Pelaksanaan Relokasi Pengungsi Sinabung Tahap III, PT SGM Ditenggat 2 Hari Urus Izin Pemanfaatan Kayu

Ir Timotius Ginting beri keterangan kepada wartawan (M24-Sekilap)

KARO-M24 | PT Siparanak Gabe Maduma (SGM) diberi waktu dua hari untuk segera mengurus Izin Pemanfaatan Kayu (IPK), agar program relokasi pengungsi Sinabung tahap III bisa dilaksanakan.

Peringatan tersebut disampaikan Ketua Tim Monitoring Evaluasi dan Pengendalian Penebangan Kayu untuk Lahan Usaha Tani (LUT), bagi pengungsi Sinabung Program Relokasi Tahap III, Ir Timotius Ginting, di ruang kerjanya, kemarin (9/10).

Hal itu disampaikan Timotius, mengingat waktu yang diberikan kepada PT SGM, untuk mengurus IPK-nya selama ini sudah cukup lama. Namun sampai sekarang diketahui belum juga selesai. Sehingga pembersihan/penebangan kayu untuk LUT di Siosar bagi pengungsi Sinabung Relokasi Tahap III belum dapat dilaksanakan. Padahal tahun anggaran segera selesai.

Loading...

“Kita sudah membuat surat peringatan sebanyak dua kali kepada PT SGM. Namun belum juga ada kabarnya. Untuk itu kita akan menunggu sampai dua hari ke depan,” ujar Timotius, yang juga Kepala Dinas Lingkungan Hidup Karo.

Dikatakannya, jika dalam tempo dua hari ke depan, PT SGM tidak dapat menunjukkan IPK-nya, dia akan melaporkan kepada Bupati Karo, Terkelin Brahmana SH, selaku pemilik kegiatan yang membuat Surat Perjanjian Kerja (SPK) dengan PT SGM. Untuk selanjutnya dapat mengambil kebijakan.

Ditambahkannya, dari awal ada dua perusahaan yang layak melakukan kegiatan tersebut, kemudian diajukan ke Bupati Karo selaku pemilik kegiatan. Dan bupati menetapkan PT SGM sebagai pemenang. Dan bupati membuat SPK dengan PT SGM. Sehingga dalam hal ini, Bupati Karo yang memiliki wewenang untuk membuat keputusan.

Ditambahkannya, sebetulnya kondisi hutan yang akan dijadikan LUT seluas 480 hektar tersebut, sudah banyak kayunya yang ditebang sebelumnya. Sehingga luas yang akan dilakukan penebangan untuk sekarang ini hanya berkisar kurang lebih 200 hektar. “Kalau memang berbicara percepatan, seharusnya pihak BPBD sudah bisa bekerja di lahan yang sudah bersih itu,” imbuhnya.

Seperti diketahui, pelaksanaan pembersihan/penebangan kayu untuk Lahan Usaha Tani bagi pengungsi Sinabung asal Desa Sukanalu, Sigaranggarang, Dusun Lau Kawar Kuta Gugung, Kecamatan Naman Teran dan Desa Mardinding, Kecamatan Tiganderket, seluas 480 hektar di areal hutan pinus di Siosar, belum dapat dikerjakan. Karena masih terkendala Izin Pemanfaatan Kayu (IPK) PT Siparanak Gabe Maduma selaku pelaksana.

Padahal, kegiatan tersebut merupakan salah satu Program Percepatan Relokasi Tahap III bagi pengungsi Sinabung yang telah diinstruksikan Presiden Jokowi. (sekilap )

Loading...