Pelanggan Didenda Rp30 Juta, Warga Desa Lingga Julu Gruduk PLN Rayon Berastagi

KARO-M24 | Puluhan warga Desa Lingga Julu, Kecamatan Simpang Empat, Karo, gruduk Kantor PLN Rayon Berastagi, di Jln Udara Berastagi, Rabu (1/8).

Mereka mempertanyakan perihal denda sebesar Rp30 juta kepada pelanggan, akibat piringan meteran yang digunakan untuk pompa air umum, tidak berputar. Sayangnya, Manager PLN Rayon Berastagi, Abdi, sedang tidak berada ditempat. Menurut Yuda, salah seorang pegawainya, atasannya tersebut sedang mengikuti rapat di Binjai.

Kades Lingga Julu, Pribadi Ginting, menerangkan, meteran listrik milik PLN itu dibuat tahun 1996 atau 22 tahun lalu. Dan digunakan untuk mesin pompa air kebutuhan masyarakat di desa tersebut.

Loading...

“Meteran sudah berumur 22 tahun dan tak pernah disentuh masyarakat, selain petugas PLN, untuk mengecek meteran setiap bulan. Bahkan, kalau rusak stut-nya pun kami panggil pihak PLN untuk memperbaikinya. Karena memang tidak ada masyarakat yang tahu tentang itu. Tetapi tiba-tiba ada masalah, katanya didenda Rp30 juta,” ungkap Pribadi.

Apalagi, katanya, posisi meteran berada di tempat umum, ditempatkan di posisi yang tinggi. “Kalau ada kerusakan dalam meteran, itu diluar sepengatuhan warga. Setiap bulan ada petugas PLN datang cek meteran. Bahkan sekitar bulan 4 kemarin, ada petugas razia dari PLN didampingi TNI, tapi tidak ada masalah,” terangnya.

Senada, Ketua Panitia Air Desa Lingga Julu, Simson Ginting, mengatakan, selama ini tidak ada masalah. “Kami tidak pernah tahu ada pemeriksaan perawatan meteran listrik. Ya namanya elektronik, mungkin saja bisa terjadi kerusakan. Itu kan milik PLN, jadi hanya mereka yang tahu, bagaimana kondisinya atau perawatannya,” ucapnya.

Memang, katanya, sebulan terakhir pembayaran menurun. Tetapi warga tidak tahu apa penyebabnya. Ternyata setelah diperiksa PLN, katanya piringan rusak dan kaca meteran ada retak.

Tentang masalah ini, menurut Yuda, akan segera diselesaikan bersama pimpinan mereka, bagaimana solusi ke depan. (sekilap)

Loading...