Pembangunan 173 Rumah Untuk Pengungsi Sinabung Terbengkalai

KARO-M24 | Keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo dalam menangani proses penyelesaian pengungsi Sinabung kian dipertanyakan masyarakat luas. Runggu (musyawarah) nasional sudah beberapa kali digelar untuk mengakomodir seluruh persoalan yang menyangkut erupsi dan penanganan pengungsi Sinabung, Kamis (26/7).

Tapi hasilnya perlu dipertanyakan. Sekitar 173 rumah yang dibangun di Gang Garuda, Desa Samura, Kec Kabanjahe untuk 4 desa yang masuk daftar Relokasi Mandiri (RM) sampai kini mangkrak.

Pantauan M24, pembangunan hunian tetap (huntap) program RM ke II di Gang Garuda ini ditemui di dua lokasi. Satu sebelum Perumahan Samura Indah dan satu lagi di samping Asrama Putri St Maria arah ke Berhala, Kabanjahe.

Loading...

Huntap yang dibangun, sebagian sudah siap bangunan dan atap. Sedangkan yang lain belum diatap. Tukang hanya 2-4 orang yang ditemui bekerja. Pintu rumah yang telah siap longgar-longgar dan halaman bangunan huntap yang dibangun ditimbuni material batu, pasir dan terkesan diterlantarkan pihak pengembang.

Catatan wartawan bahwa, bantuan berkisar Rp196,6 miliar dari BNPB dan dimulai akhir 2016. Kepada warga pengungsi RM ke II mendapat bantuan Rp110.000.000/kk dengan rincian Rp59.400.000 untuk Bantuan Dana Rumah (BDR) dan Rp50.600.000 untuk biaya Bantuan Dana Lahan Usaha Tani (BDLUT).

Pembangunan huntap dipercayakan pengungsi yang terdaftar kepada pihak pengembang. Dana Rp196,6 miliar ini juga menjadi disclaimer BPK dan temuan Kejatisu dan itu juga dasar laporan masyarakat kepada KPK sehingga pertengahan Mei 2018 tim KPK datang ke BPBD Karo untuk mengklarifikasi laporan masyarakat tersebut. Tapi sampai saat ini belum ada hasil verifikasi dari KPK kepada wartawan.

Kepala BPBD Karo, Martin Sitepu yang dikonfirmasi di kantornya, Rabu (25/7) mengatakan bahwa bangunan tersebut, masyarakat sendiri yang membangunannya. “Kenapa belum selesai, masyarakat itu sendiri yang tahu,” jelas Martin.

Pihak pengembang yang dicoba dikonfirmasi wartawan belum berhasil. Menurut informasi bahwa, mangkraknya pembangunan huntap tersebut terkait keterlibatan pejabat teras di Karo. “Wajar pihak pengembang membiarkan bangunan huntap tersebut,” ujar sejumlah masyarakat menduga. (sekilap)

Loading...