Pembunuh 2 wanita di Asahan dibayar 5 juta

    390

    ONDOT – KISARAN | Dibantu Subdit Jahtanras Direskrim Poldasu, pihak Polres Asahan akhirnya berhasil mengungkap pembunuhan 2 wanita paruh baya, Klara boru Sialagan (56), warga Kecamatan Bandar Pasir Mandoge dan Nursiah boru Sirait (54), warga dusun III Desa Lobu Rappa Kecamatan Aek Songsongan Asahan, Selasa (11/7/2017).

    Lima orang pelaku, masing-masing Rudi Purba (27), Nardi Pasaribu (23), Ahmad Bukhori (26), ketiganya sebagai eksekutor, Agus Salim Hasibuan (34) warga Kecamatan Rahuning Asahan sebagai penadah hasil kejahatan dan otak pelaku pembunuhan, Nurhasanah boru Siregar alias Cencen (23) berhasil diamankan dari sejumlah lokasi berbeda, Rabu (12/7).

    “Pelaku pertama yang kita amankan si Agus, berawal dari Hp korban yang dijual para pelaku. Selanjutnya kita ringkus Cencen, naik ke pacarnya, si Nardi, dan terakhir kita ringkus Rudi dan Ahmad. Agus, rudi dan ahmad kita ringkus di daerah Damuli (Labura) tadi siang sekitapengungkapan iang,” terang Kapolres Asahan AKBP Kobul Syahrin Ritonga S.IK didampingi AKBP Faisal Napitupulu S.IK, Kasat Reskrim Polres Asahan AKP Bayu Putra Samara S.IK, Rabu (12/7/2017).

    Lanjut mantan Kapolres Dairi ini, adapun motif dari pembunuhan didasari sakit hati Cencen terhadap mantan majikannya, Klara boru Sialagan.”Awalnya pelaku atas nama cencen sakit hati kepada korban Klara. Klara selain berstatus guru PNS juga menjalankan uang, rentenir. Si cencen ini orang kepercayaan si Klara, tapi udah dipecat. Trus bicara sama si nardi. Gak lama rencana ini disampaikan sama rudi dan bukori, menyuruh untuk menghabisi nyawa Klara. Dijanjikan Rp 5 juta, tapi yang diberikan baru Rp 1.750.000,-” ungkap Kobul.

    “Rencana pembunuhan ini sudah direncanakan para pelaku seminggu sebelumnya. Bahkan mereka sudah mensurvei lokasi terlebih sahulu. Pembunuhan berencananya sudah jelas, karna mereka sudah tahu keadaan dan siapa saja yang ada di dalam harus dimatikan. Tapi memang targetnya si K lara,” tegas Faisal Napitupulu pada awak koran ini usai kegiatan.

    Nurhasanah alias cencen mengaku sakit hati pada klara karna terus didesak untuk menunjukkan surat tanah. “Surat tanahnya samaku, kusimpan. Dimintanya terus, takut kali dia kujual. Aku yang megang semua surat surat berharga punya dia,” jawabnya santai disela-sela kegiatan.

    Namun saat ditanya apakah menyadari dan siap menerima hukuman atas perbuatannya, cewek kurus ini tak mampu menjawab dan tubuhnya langsung roboh ke lantai. “Bangun kau, jangan pura pura pingsan. Tadi gaya kau santai mulai dari ditangkap, malah ketawa ketawa. Itu dosamu, cepat berdiri,” hardik dua polwan pada Cencen.

    “Untuk pelaku cencen kita kenakan pasal 340 subsider 365, agus salim 480 dan tiga lagi pasal 338 subsider 365,” akhir Kobul dalam rillis pers pengungkapan kasus

     

     

    Loading...