Penertiban di Pasar Pringgan Ricuh, Satpol PP Dituding Injak Bendera Merah Putih

8

MEDAN-M24 | Puluhan pedagang mendatangi Polrestabes Medan. Pasalnya, mereka melaporkan kasus penghinaan lambang negara dilakukan oleh oknum Satpol PP Kota Medan yang telah menginjak-injak bendera Merah Putih saat melakukan penertiban di depan kantor pedagang Pasar Pringgan, Rabu (1/7).

Selain membuat pengaduan terkait kasus penghinaan lambang negara, puluhan pedagang yang mengatasnamakan P4M Pasar Pringgan ini juga melaporkan penganiayaan yang dilakukan oknum petugas Satpol PP saat menduduki kantor pedagang Pasar Pringgan.

Salah seorang pedagang P Siahaan (54) warga Jln Darussalam, Kec Medan Petisah mengatakan, kericuhan terjadi bermula ketika pihak PT Parbens bersama sekitar 200 anggota Satpol PP datang ke Pasar Pringgan guna mengambil alih pengelolaan pasar Pringgan yang sebelumnya dikelola PD Pasar.

“Kami gak mau pasar Pringgan dikelola pihak swasta yakni PT Parbens. Kami mau PD Pasar yang mengelola. Dan tadi pagi pihak PT Parbens bersama sekitar 200 Satpol PP Medan mau mengambil alih kantor para pedagang. Pas kami duduki kantor itu, mereka menyeret kami sampai ada yang terluka. Bahkan bendera Merah Putih di kantor kami diturunkan dan diinjak-injak,” ucapnya kepada wartawan.

Dikatakan P Siahaan, sebelumnya Pemko Medan telah berjanji kepada pedagang tidak akan menyerahkan pasar Pringgan dikelola swasta. Namun hal itu dipungkiri oleh Kabag Perlengkapan Pemko Medan, SI Dongoran.

“Padahal pada tanggal 27 September 2017 lalu ia mengatakan, pasar Pringgan ini tidak akan diberikan oleh pihak swasta. Dan dikelola oleh Pemko Medan melalui PD Pasar. Nyatanya kok diberikan sama pihak swasta, ada apa ini,” ungkapnya.

Dijelaskannya, sebelum pengelolaan diserahkan kepada pihak swasta, Sekda Pemko Medan, Saiful Bahri Lubis juga menyampaikan kepada para pedagang bahwa pengelolaan pasar Pringgan tidak akan diserahkan dengan pihak swasta.

“Sekda juga mengaku kepada para pedagang bahwa pengelolaan Pasar Pringgan apabila dikelola oleh pihak swasta akan lebih menguntungkan,” terangnya0.

Sementara itu, Ketua P4M Pasar Pringgan, Bahtera Sembiring (53) menuding ada sarat KKN antara pihak Pemko Medan dengan pihak PT Parbens terkait pengelolaan pasar Pringgan. Pasalnya, para pedagang mengaku heran mengapa PD Pasar yang selama ini mengelola retribusi dan lainnya bagi para pedagang, kini telah diserahkan dan diambil alih swasta yakni PT Parbens.

“Mereka mengganggu ketenangan kami, kami belum mau dikelola oleh pihak suawata. Kantor pasar Pringgan kami diambil alih oleh mereka. Karena dulunya diduduki oleh PD Pasar. Jadi PD Pasar sudah angkat kaki sejak bulan 3 kemarin karena ditarik oleh Pemko Medan. Jadi selama ini kami mengutip uang listrik, air dan lainnya sendiri tanpa ada yang mengelola dari PD Pasar,” katanya.

Menurut Bahtera, para pedagang telah melajuka unjuk rasa ke Pemko Medan. Namun hingga kini aspirasi mereka belum membuahkan hasil.

“Kami sudah bolak-balik demo ke Pemko Medan agar pengelolaan Pasar Pringgan dikembalikan ke pihak PD Pasar, tapi sampai sekarang belum ada hasil. Jadi kami ke sini (Polrestabes Medan) mau melaporkan tindakan penganiayaan terhadap para pedagang yang dilakukan pihak Satpol PP kepada kami serta atas penghinaan karena telah menurunkan dan menginjak bendera Merah Putih,” ungkapnya.

Akibat kejadian tersebut, pedagang mendapat perlakuan kasar dari petugas Satpol PP yang melakukan penertiban di pasar pringgan. Bahkan, pintu kantor pedagang pasar Pringgan rusak.

“Ada lima orang pedagang yang sudah membuat laporan resmi kepolisian yakni, Sujana (45), Ismina Br Sitorus (53) Romiris boru Parapat (68) dan beberapa pedagang yang sudah lanjut usia. Untuk itu, kita berharap kepolisian dapat mengusut kasus ini hingga tuntas,” harapnya.

Selain pedagang, sejumlah personel Satpol PP juga terlihat mendatangi Polrestabes Medan. Mereka juga berencana melaporkan para pedagang atas tuduhan penganiayaan.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira ketika dikonfirmasi mengatakan, akan melakukan penyelidikan atas laporan tersebut.

“Kita terima dulu laporannya dan kita minta keterangannya. Apabila terbukti akan kita proses lebih lanjut,” katanya.

Terpisah, Plh Kasatpol PP, Rakhmat Harahap menyatakan, Pemerintah Kota Medan telah bekerja sama dengan pihak PT Parbens untuk mengelola pasar Pringgan. Namun PT Parbens tidak diizinkan masuk ke dalam pasar. Sehingga Satpol PP yang melakukan pengamanan terlibat bentro dengan pedagang.

“Sebenarnya di sini kita tugasnya mengamankan saja. Karena sebetulnya ini tidak ada sangkut pautnya dengan pedagang. Toh ini cuma pengalihan pengelolaan. Ya pedagang tetap diizinkan untuk tetap berdagang di pasar ini,” tandasnya. (ardi/tiopan/adlan)

Loading...