Penyalagunaan Narkotika di Equator Pub & KTV Terendus

8

MEDAN-M24 | Indikasi kebenaran informasi penyalahgunaan narkotika hingga ke level manajemen tempat hiburan Equator Pub & KTV sudah mulai terendus, oleh tim investigasi saat melakukan kunjungan ke lokasi yang merupakan fasilitas Hotel Soechi di Jln Cirebon, Medan pada, Selasa (4/9) lalu.

“Dari hasil kunjungan, ada memang indikasi bahwa karyawan tersandung perkara narkoba,” kata Kepala Bidang Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Medan, Lilik, Kamis (6/9).

Saat ini, lanjutnya, tim khusus bentukan Dispar berdasarkan Surat Perintah Tugas (SPT) masih melakukan penyelidikan atas kebenaran informasi, bahwa pihak pengelola PT Tria Sumatera Corporation dengan sengaja menyediakan narkoba kepada pengunjung. “Sedang dilakukan pendalaman,” ujarnya lagi.

Pendalaman yang dilakukan, lanjutnya, sekaligus mencari tahu kebenaran status ke-enam terdakwa yang di vonis ringan Pengadilan Negeri (PN) Lubukpakam merupakan karyawan mereka. “Apabila terbukti, akan diberi penindakan berupa sanksi sesuai ketentuan yang berlaku,”

Walau sedikit ada kendala dalam penyelidikannya, Dispar tetap berkordinasi dengan PN Lubukpakam untuk mendapatkan salinan putusan oleh majelis hakim tanggal 16 Agustus 2018. Begitujuga dengan hasil absen tanda bukti kehadiran ke enam terdakwa menjadi barang bukti.

“Sampai saat ini, bukti absensi karayawan itu belum diberikan oleh HRD, Doni Sulistiana. Tindakan pemecatan setelah atau sebelum jatuhu vonis, menjadi bukti keterlibatannya. Itu harus diberikan, jangan sampai dilakukan penjemputan,” ujarnya lagi.

Apakah harus dilakukan penutupan sementara, dengan tidak mengizinkan operasionalnya. Guna mendukung kinerja tim investigasi tidak terganggu saat melakukan penyelidikan. Itu merupakan wewenang dari Satpol PP Kota Medan. “Sanksi mulai dari teguran, pembatasan kegiatan dan penutupan sementara. Paling vital adalah pencabutan izin,” jelasnya.

Sebelumnya, Doni Sulistiana, Personnel Manager PT Tria Sumatera Corporation selaku pihak pengelola mengaku, ke-enam terdakwa berinisial LN (40) warga Jln Rawa Cangkuk; YP (24), Warga Jln Setia Budi, Tanjung Sari, Pasar 4 Medan; E (34) warga Jln Mahoni; RJ (21) Warga Jln Cempaka, Gaperta Ujung, Medan Sunggal; RA (26), Warga Jln Brigjen Zein Hamid, Medan Johor; K (24) Warga Jln Gelas, Medan Petisah.

Kemudian, F (23) berstatus manager, Warga Jln Gatot Subroto, Medan; SR (27) Warga Jln Gatot Subroto, Medan; FH (41) Warga Jln Letda Sujono, Medan dan FN (32) Warga Jln Brigjen Katamso, Medan tersangkut masalah narkoba, pasca razia Polsek Medan Kota berhasil menyita sebanyak 22 butir inek dan 10 butir pil Happy Five (H5). “Jadi mereka sudah tidak diterima kerja kembali di tempat itu,” bebernya. (adlan)

Loading...