Perlu Dibangun Kanal, Banjir Rob Mengancam Daratan Belawan

5

BELAWAN-M24 | Banjir rob atau air pasang laut yang kerap terjadi sebulan sekali terus mengalami peningkatan. Dampaknya, mengancam sebagian besar daratan Belawan.

Tokoh Masyarakat Medan Utara, Awalludin, Minggu (22/7), mengatakan, permasalahan banjir rob merupakan fenomena alam. Tapi perlu juga dilakukan antisipasi terhadap dampak pergeseran air laut yang semakin meningkat.

Untuk itu, perlu diberikan solusi agar resapan air yang sudah banyak terutup, harus dibangun sebuah kanal, sebagai penampungan air pasang laut. Tujuannya, mengantisipasi luapan air laut ke daratan pemukiman warga.

“Kita tahu, sudah banyak pembangunan dan resapan air tertutup yang mengakibatkan tingginya volume air pasang ke daratan. Untuk itu, kepada pemerintah daerah sudah memikirkan jangka panjang, agar air pasang dapat diantisipasi dengan dibangun kanalisasi,” kata pria yang akrab disapa Awel ini.

Dijelaskannya, untuk pembangunan kanal perlu dipikirkan dari sekarang, dengan meminta pendapat dari tenaga ahli, dalam memikirkan anggaran yang mungkin besar, perlu dilakukan koordinasi dengan perusahaan yang ada di sekitara pesisir pantai.

“Membangun kanal biayanya besar, pemerintah sudah bisa memanfaatkan dana CSR dari perusahaan yang ada, agar kanal yang mungkin bagian dari solusi, mampu menyelamatkan Belawan dari ancaman banjir,” tegas Awel.

Mengenai adanya wacana pembangunan benteng mengatasi air pasang, kata Awel, merupakan solusi. Apa yang telah diprogramkan oleh pemerintah pusat untuk benteng itu, adalah hasil dari kajian tenaga ahli. Tapi, itu jangan hanya sebatas wacana.

“Lihat sekarang, banyak pembangunan disana-sini, kalau satu program pun tidak terlaksana, maka 5 tahun atau 10 tahun lagi, Belawan pasti tenggelam. Makanya, kita berharap wacana yang ada agar segera direalisasikan,” harap Awel.

Pemerhati Lingkungan, Jaya Arjuna, mengaku, perencanaan pembangunan yang kini terus berkembang di Belawan, dinilai tidak tertata dan terencana dengan baik. Sehingga, merusak eskositem di pesisir Pantai Belawan.

Pemerintah seharusnya mengawasi pembangunan-pembangunan yang akan berlangsung di kawasan Belawan. Karena, banyak kawasan kelestarian mangrove punah akibat pembangunan yang merugikan sepihak.

“Tidak adanya pengawasan terhadap pembangunan, akan merusak mangrove yang berakibat Belawan akan tenggelam, itu karena semakin meningkatnya air pasang menuju ke daratan,” ungkap Jaya Arjuna.

Jaya Arjuna menambahkan, pemunahan hutan mangrove bukan hanya memberikan dampak buruk bagi lingkungan. Akan tetapi merusak mata pencaharian nelayan.

“Ini harus segera disikapi, karena pemunahan mangrove di Belawan sudah sangat memprihatinkan. Selain itu juga, pemunahan ini mengakibatkan nelayan kehilangan hasil tangkap di pinggiran pantai serta air pasang bakal terus menjadi ancaman,” tegas Jaya Arjuna. (mag1)

Loading...