Piringan Meteran Listrik Tak Berputar, PLN Berastagi Denda Pelanggan Rp30 Juta

24

KARO-M24 | Warga Desa Lingga Julu, Kecamatan Simpang Empat, yang menjadi pelanggan PLN Cabang Berastagi, didenda Rp30 juta, akibat piringan meteran listerik tidak berputar.

Terkait itu, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Lingga Julu, Kecamatan Simpang Empat, Rianto Ginting, mendatangi kantor PLN Cabang Berastagi, Senin (30/7).

Menurut Rianto, selama ini, meteran untuk pompa yang mengalirkan air masyarakat dan menjadi fasilitas umum tersebut, berjalan dengan baik. Tidak ada permasalahan pada meteran listrik dengan nomor pelanggan 1221201188660 milik PLN itu.

“Selama ini meteran tidak ada masalah. Jadi apa yang mau kami laporkan kepada PLN. Kalau masalah mesin meteran, masyarakat kan tidak tau itu rusak atau tidak. Yang penting selama arus listrik mengalir dan air berjalan lancar, menurut kami tidak ada masalah. Kok tiba-tiba katanya ada pelanggaran. Segel pun tidak rusak. Alasan itu, pihak PLN langsung mengeluarkan jumlah nominal denda sebesar Rp30 juta,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakannya, meteran PLN itu sudah diperiksa Mei lalu. Namun hingga saat ini meteran itu tak kunjung diperbaiki. Tak hanya itu, petugas dari PLN setiap bulan datang mencatat meteran. Tetapi tidak ada permasalahan atau laporan yang diterima tentang meteran ini.

“Petugas setiap bulan datang mencatat meteran. Nah kalau memang selama ini sudah rusak, harusnya kan ada laporan petugas itu ke kantor PLN, selaku dia pegawai instansi ini,” jelasnya.

Menurut Yuda, salah satu pegawai PLN Bidang Transaksi Energi, terkait denda sebesar Rp30 juta itu, sudah sesuai aturan yang berlaku di PLN. “Jadi petugas lapangan ada temuan, yakni piringan meteran tidak berputar. Selain itu kaca meteran ada rusak. Jadi sesuai aturan, kalau ada temuan seperti itu, menjadi tanggungjawab pelanggan,” ungkap Yuda.

Dia menambahkan, pihaknya tidak menyalahkan pelanggan perihal kerusakan di meteran listrik itu. “Saya tidak tau sengaja atau tidak sengaja. Yang penting, setelah meteran diperiksa ada yang rusak dan pelanggan tidak melaporkannya ke kami. Sesuai aturan, didenda sebesar kurang lebih Rp30 juta,” terangnya.

Soal petugas PLN mencatat meteran setiap bulan, kata Yuda, mengenai kerusakan dalam meteran ini bukan tugas mereka. “Petugas cukup mencatat nomor meteran itu saja. Kalau adapun nampaknya yang rusak, itu bukan urusan dia,” paparnya.

Ketika Rianto meminta Yuda nomor Kontak Kepala PLN Cabang Berastagi, Yuda mengatakan tidak ada. “Nomor kepala tidak ada sama saya, bukan sembarangan orang yang bisa meminta nomor kepala saya,” ucap Yuda.

Ditempat sama, pegawai PLN Bidang Admin P2TL, Siska, mengatakan, sesuai prosedur, ketika ada temuan, harus berselang sebulan baru ada surat pemberitahuan ke pihak pelanggan.

Amatan wartawan, di Kantor PLN Cabang Berastagi, suasana sempat memanas dan nyaris terjadi bentrok, akibat kata-kata yang dilontarkan Yuda kepada Rianto. “Seharusnya saya tidak berkenan melayani bapak,” ungkap Yuda, sambil matanya melototi Rianto.

Rianto yang terpancing emosinya tak mau kalah. “Kau selaku pelayan di tempat ini, siapapun harus kau layani kalau ada masyarakat datang ke sini. Bukan arogan. Saya di sini mewakili masyarakat,” ujar Rianto. (sekilap)

Loading...