PLN disomasi warga ! Disinyalir melakukan pengrusakan segel gardu

Donny-Medan | Kinerja PT PLN wilayah Sumut area Medan disoal warga. Selain dinilai kurang efektif dengan masih banyaknya pemadaman bergilir, aksi pemutusan sepihak yang dilakukan juga menuai kecaman dari masyarakat.

Somasi dilayangkan warga atas pemutusan aliran listrik oleh PLN melalui petugas Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) di Family Fitnes Jln Royal/Boulevard Komplek Cemara Asri pada, Kamis (1/2) lalu.

“Kita keberatan dengan prosedur yang mereka lakukan saat menjalankan pemeriksaan tersebut,” kata Kuasa Hukum Family Fitnes, Marudut SH, MH, MBA kepada wartawan, Kamis (5/4) siang.

Loading...

Dijelaskannya, pengecekan oleh empat petugas P2TL yakni F Yudhi Prabowo, selakuk ketua tim, Sudirman, Teguh Wibowo, PD Hutasoit dan seorang personil Pom Dam I/BB, Kristalla ditemukan pelanggaran yang diakukan PT Famfit Bugar Nusantara, sebagai pelanggan PLN Medan Timur dengan ID pelanggan 120040892702.

“Dari hasil pemeriksaan dikatakan kalau pintu gardu luar tidak bersegel, begitujuga bagian dalam sudah tidak bersegel. Mereka menganggap kalau kita sudah melakukan pelanggaran,” ujarnya didampingi seorang tokoh masyarakat di kawasan Perumahan Cemara Asri, Bahri Siregar.

Menurutnya, berdasarkan rekaman CCTV milik kliennya, ternyata sebelumnya petugas yang melakukan pengecekan atau tepatnya pada pukul 10.47 WIB hingga 11.00 WIB, di hari yang sama sudah sempat datang ke gardu dan melakukan pemeriksaan. Disinyalir sudah melakukan penggrusakan segel gardu, tanpa didampingi oleh pelanggan.

“Jelas ini melanggar ketentuan yang tertera di pasal 10 ayat (1) huruf b Keputusan Direksi PLN yang menyebutkan, sebaiknya petugas P2TL tidak menyentuh atau mendekati APP sebelum disaksikan oleh penghuni atau saksi, untuk menghindari dugaan merusak segel sebelum diadakan pemeriksaan. Itu salah satu yang menjadi keberatan kita,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga keberatan dengan tanda tangan dari penyidik kepolisian atas nama Edy Sucipto. Karena pada saat pemeriksaan Edy sama sekali tidak terlihat bersama dengan petugas P2TL.

“Mereka juga melanggar ketentuan di pasal 2 ayat 6 dan pasal 9 ayat (1) huruf c keputusn Direksi PLN No: 1486.K/DIR/2011 karena seharusnya petugas P2TL mengikutsertakan PPNS atau penyidik kepolisian,” tegasnya.

Bukan cuma itu, setelah pengecekan dan penandatanganan berita acara, pihakny sudah dua kali melayangkan surat keberatan ke PLN Wilayah Sumut, namun hasilnya malah diperintahkan membayar denda sebesar Rp434.318.520.

“Ini kan gila, kita disuruh membayar denda hampir setengah miliar dengan kesalahan yang sama sekali tidak ada kita lakukan. Jelas-jelas berdasarkan rekaman CCTV mereka yang membuka segel tersebut tanpa didampingi pihak kita,” kesalnya.

Kembali ditegaskan Marudut, jika pihak PLN tidak ada menunjukkan itikad baik dalam penyelesain masalah ini, dan tetap bersikeras agar kliennya membayar denda yang disebutkan. Maka pihaknya akan melaporkan masalah pengrusakan yang dilakukan petugas P2TL ke pihak kepolisian. “Kita akan lapor masalah pengrusakan ini ke polisi,” tutupnya.

Sementara itu, Bahri Siregar sendiri mengaku, warga mulai gerah dengan apa yang sudah dilakukan petugas P2TL ini. Tindakan tidak beretika dari petugas bisa menimbulkan kemarahan warga.

“Kita tidak mau nantinya warga akan tersulut emosinya dengan tindakan seperti ini hingga berlaku anarkis. Jadi kita minta petugas dari PLN bisa sedikit menjaga sikap dalam melakukan pemeriksaan. Jangan seenaknya saja membongkar tanpa melakukan pemberitahuan sebelumnya, dan tiba-tiba mengeluarkan keputusan denda,” tegasnya.

Loading...