PLTA Batangtoru Tindak Tegas Staf Perusak Lingkungan

SIPIROK-m24 | Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batangtoru, Kab Tapanuli Selatan (Tapsel), akan menindak tegas berupa pemberhentian bagi staf yang terbukti merusak lingkungan. Tindakan itu sebagai bentuk perusahaan untuk menjaga lingkungan.

Perwakilan perusahaan PLTA Batangtoru, DR Agus Djoko Ismanto mengatakan, perusahaan tidak akan mentolerir staf yang merusak kawasan lingkungan secara keseluruhan.
“Mereka (staf), akan langsung diberhentikan kerja dan tidak akan pernah diterima dikemudian harinya,” tegasnya kepada wartawan saat acara sosialisasi kegiatan dan program PLTA Batangtoru, Kamis (9/8).

PLTA Batangtoru dapat lebih berkembang apabila dalam melakukan operasinya selalu menjaga lingkungan. Karena PLTA Batangtoru bergantung kepada kelestarian alam dimana tempat beroperasi.
Menurut pria yang akrab disapa Aji itu , PLTA Batangtoru beroperasi diluar kawasan hutan. “PLTA Batangtoru tidak berada pada kawasan hutan, melainkan berada pada areal penggunaan lain (APL). Tidak benar jika ada pihak yang menyebutkan PLTA Batangtoru berada pada hutan primer dan hutan konservasi (cagar alam),” terang Aji.

Loading...

Lebih lanjut dia mengatakan, PLTA Batangtoru, mempunyai kebijakan jasa ekosistem dan biodiversitas dengan bentuk mengurangi dampak dengan menerapkan hirarchi pengelolaan lingkungan, mengelola lingkungan sesuai dengan standar IFC nomor 6 dan bekerjasama dengan masyarakat lokal dan stokeholder untuk melestarikan nilai-nilai biodiversitas.
“Perusahaan juga mempunyai kebijakan anti illegal logging (penebangan liar), poacing dan hunting (perburuan satwaliar), dan semua staf dididik dan diberikan pelatihan,” tandasnya.

Dia berharap kepada seluruh masyarakat yang ada di wilayah Tapsel agar sama-sama mendorong percepatan pembangunan PLTA Batangtoru, sehingga dengan kehadiran perusahaan ini akan mampu menjawab semua keluhan masyarakat terhadap kekurangan pasokan listrik, khususnya warga Sumut. (zia)

Loading...