Polrestabes amankan 21 PSK dan 55 botol miras

32

Medan | Dalam menekan angka dan meminimalisir penyakit masyarakat, Satuan Shabara Polrestabes Medan menggelar Ops Pekat di wilayah hukumnya. Hasilnya, Petugas berhasil menjaring 55 botol minuman keras, 21 pekerja sek komersial dan 4 unit mesin jackpot.

Kabag Ops Polrestabes Medan, AKBP I Gede Nakti didampingi Kasat Shabara, AKBP Sonny W Siregar mengatakan, gelaran Ops Pekat dilakukan sejak, Sabtu (5/5) dengan melakukan razia di sejumlah tempat hiburan malam, kafe, hotel dan kios penjual minuman keras.

“Operasi yang kita lakukan dengan melakukan razia di sejumlah tempat hiburan malam dan kafe-kafe serta kios penjual minuman keras yang ada di kawasan Jalan Gajah Mada, Simpang Barat, Pajak Melati, Tanjung Anom dan Jalan Ngumban Surbakti dan Kecamatan Medan Selayang,” ujarnya disela-sela pers rilis di mako Sat Shabara Polrestabes Medan, Selasa (8/5).

I Gede menjelaskan, dalam Ops Pekat yang dilaksanakan pihaknya juga berhasil mengamankan empat unit mesin jackpot dan dua jerigen tuak dari kawasan Jalan Bintang, Medan.

“Dari hasil gelaran razia yang kita lakukkan, kita berhasil mengamankan 21 wanita pekerja seks komersial, 55 botol minuman keras berbagai merk, empat unit mesin judi jackpot dan dua jerigen berisi minuman permentasi (tuak,red),” ungkapnya.

I Gede menambahkan, guna menjaga kesucian bulan Ramadhan (Puasa), Polrestabes Medan akan melakukan razia rutin guna meminimalisir segala bentuk penyakit masyarakat (Pekat). Tidak hanya itu, Polrestabes Medan memastikan menutup seluruh tempat hiburan malam.

“Untuk menjaga kesucian menjelang bulan Ramadhan, kita akan kordinasi dengan Pemko Medan untuk menutup tempat hiburan malam dan lokalisasi selama sebulan penuh di bulan Ramadhan. Kegiatan ini merupakan atensi Kapoldasu, menjelang bulan suci Ramadhan sehingga masyarakat dapat melaksanakan aktivitas menjalankan ibadah puasa dengan tenang dan nyaman,” ungkapnya.

I Gede berharap, bagi para pekerja seks yang diamankan akan dilakukan pendataan dan menghubungi pihak keluarga maupun orangtua masing-masing guna membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya.

“Kalau tertangkap lagi, mereka akan kita serahkan ke panti sosial. Untuk sementara kita melakukan panggilan kepada orangtua dan keluarganya dan membuat surat pernyataan,” pungkasnya.

Loading...