Pro Kontra Otak Pemasok 44,5 Kg Sabu, Jaksa Minta Dihukum Mati Hakim Cuma Vonis 20 Tahun

19

SEI RAMPAH-M24 | Zulkifli alias Zul (32) warga Dusun II, Kel Aras, Kec Air Putih, Kab Batubara, otak pelaku pemasok 44,5 kg sabu cuma dihukum 20 tahun. Padahal 7 rekannya yang terlibat sudah dijatuhi hukuman mati.

Pembacaan vonis itu dibacakan Silfia Ningsih selaku Ketua Majelis dengan Hakim Anggota Lenny Lasminar dan Halimatun Sakdiah di Pengadilan Negeri (PN) Lubukpakam yang bersidang di Sei Rampah, kemarin.

Kepada M24, Silfia Ningsih usai bersidang sekira pukul 18.25 WIB, enggan memberikan komentar dan berdalih hanya Humas PN Lubukpakam yang bisa memberikan keterangan. “Saya tidak bisa memberikan keterangan. Kita tetap satu pintu yaitu Humas. Jadi ke Humas saja ya,” ucapnya singkat.

Sementara, menanggapi vonis tak masuk akal tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahmad SH langsung mengajukan banding. Kata Jaksa dari Kejari Sergai itu, sebelumnya pihaknya menuntut terdakwa Zul agar dijatuhi hukuman mati sama seperti rekan-rekannya yang lain. “Iya bang, saya juga heran kenapa hakim memvonis 20 tahun. Saya sudah mengajukan banding dan sudah saya tandatangani itu,” ucapnya kepada M24 melalui selulernya.

Seperti yang diketahui, dalam persidangan sebelumnya, petugas BNN Pusat yang menjadi saksi atas penangkapan terdakwa Zul menerangkan bahwa Zul merupakan salah satu otak atau dalang pemasok 44,5 kg sabu yang berhasil ditangkap di dalam mobil Inova B 1175 EV di samping SPBU Pasar Bengkel.

Dirinya kabur setelah mengetahui 3 temannya yakni, Heri Agus Marzuki alias Her, Edi Sayhaputra alias Ucok dan Saidul Saragih alias Saidul sudah diborgol petugas BNN Pusat yang sudah mengepung lokasi tersebut.

Guna pengembangan selanjutnya pagi hari itu juga, tim lain sudah mengepung Sergai Walk yang berada di samping SPBU di Simpang Tiga Perbaungan. Dalam aksi tersebut petugas menangkap Roffi Syahriadi, Aiptu Herianto alias Kapos, Untung alias Gani, Ayaradi alias Ayar dan Syamsul Bahri alias Din.

Sedangkan dalang atau otak penggerak utama pemasok 44,5 kg sabu itu yakni Bambang Yulianto serta temannya M. Syafi’i alias Panjul alias Boy tewas ditembak karena mencoba kabur.

Setelah menjadi DPO selama 3 bulan, pada Kamis 26 Oktober 2017 di pelataran Mesjid di Simpang Gambus, Kec Limapuluh, Kab Batubara, Zul yang sudah dikejar oleh personel BNN Pusat akhirnya berhasil ditangkap.

Keterngan saksi-saksi yang juga temannya itu sebelumnya sudah dibenarkan oleh Zul karena seperti kesaksian Heri Agus Marzuki, Edi Syahputra alias Ucok (keduanya divonis mati) dan Saidul Saragih alias Saidul (PN Lubukpakam divonis seumur hidup) mengakui kalau yang memberi perintah kepada ketiganya itu adalah Zul.

Untuk pelaku lain yang terlibat yakni Aiptu Herianto alias Kapos, Rofi Syahriadi, Untung alias Gani, Ayaradi alias Ayar dan Syamsul Bahri juga sudah dijatuhi hukuman mati. (darmawan)

Loading...