Program Bedah Rumah di Asahan Tebang Pilih

Salah satu rumah warga yang tak layak huni (M24-Khairul)

KISARAN-M24 | Program bedah rumah Pemkab Asahan dinilai masih tebang pilih. Rumah warga miskin dibiarkan, sementara rumah warga yang masih layak huni malah mendapatkan program bedah rumah.

Seperti yang dialami Muhammad Simangunsong (50), warga Dusun 3, Desa Bahung Sibatubatu, Kecamatan Sei Dadap, Kabupaten Asahan. Dia berharap mendapat bantuan bedah rumah dari Pemkab Asahan.

“Memang gubuk kami ini masih berlantaikan tanah, atap rumbia dan berdindingkan tepas. Namun apa hendak dikata, pekerjaan saya hanya sebagai pemulung. Penghasilan hanya cukup makan sehari-hari. Waktu malam di gubuk inilah saya bersama istri tinggal. Juga kami pergunakan untuk beristirahat melepas lelah. Abang lihat sendiri, gubuk saya ini sudah tua dan lapuk,” ungkapnya kepada M24, kemarin (2/10).

Loading...

Muhammad Simangunsong juga menjelaskan, dia bersama istrinya terpaksa bertahan di gubuk tua tersebut. “Untuk buat rumah, belum punya biaya. Jadi terpaksa kami bertahan di gubuk ini,” ujarnya.

Senada, Dahlan Sitorus (53), warga Dusun 3, Desa Bahung Sibatubatu, Kecamatan Sei Dadap, Kabupaten Asahan, juga mengharapkan program bedah rumah tersebut.

“Awalnya saya berharap bisa mendapat program bedah rumah itu, namun nyatanya, sampai sekarang bantuan yang diharapkan itu tak kunjung datang. Kalau mereka bisa mendapat bantuan, kenapa saya tidak diberikan bantuan yang sama? Apakah rumah mereka lebih rusak dari rumah saya ini,” keluh Dahlan.

Menanggapi itu, tokoh pemuda di Asahan, Riyadi SH, berharap agar program bedah rumah yang dibuat Pemkab Asahan tetap dilanjutkan.

“Dengan catatan, penerima program tersebut harus memang keluarga atau warga yang benar-benar layak, bukan sebaliknya. Program tersebut juga harus dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat yang berhak untuk menerimanya,” harapnya. (khairul)

Loading...