Puluhan Mahasiswa Tuntut Tuntaskan Penanganan Pengungsi Sinabung

10

KARO-M24 | Penanganan pengungsi erupsi Sinabung tak serius dan tak pernah tuntas. Mulai dari relokasi, relokasi mandiri hingga relokasi tahap tiga.

Tudingan tersebut disampaikan puluhan mahasiswa bersama warga pengungsi Sinabung asal Desa Berastepu, Kecamatan Simpang Empat, saat unjukrasa ke DPRD Karo dan Kantor Bupati Karo, Selasa (7/8).

Dalam orasinya, pendemo minta legislator segera menerbitkan Perda tentang bencana alam. Kemudian melakukan rapat dengar pendapat (RDP) perihal penanganan bencana erupsi Sinabung.

“Kepada bupati diminta mempercepat proses relokasi tahap III di Siosar dan relokasi mandiri tahap II, untuk 181 KK. Memberikan alat dan bahan pertanian serta pendidikan terhadap petani korban erupsi Sinabung. Beri beasiswa kepada mahasiswa korban erupsi Sinabung dengan jelas dan tepat sasaran. Meningkatkann pelayanan kesehatan dan pendidikan para korban erupsi Sinabung. Pemkab Karo segera realisasikan amanah Presiden Jokowi saat datang ke Karo, agar bencana erupsi Sinabung selama 8 tahun segera tuntas. Juga mengusulkan agar dijadikan menjadi status bencana nasional,” papar Irvan Yoanda Ginting.

Kepala Satpol PP Karo, Hendrik P Tarigan, yang menemui pendemo, mengatakan, kalau Bupati Karo tidak dapat ditemui. Mendengar itu, pendemo yang membawa beberapa ekor ayam, langsung mencabik-cabiknya.

Melihat itu, pendemo akhirnya diterima di halaman depan Kantor Bupati. Kepala BPBD Karo, Martin Sitepu, yang didampingi Bupati Karo, Terkelin Brahmana SH, menegaskan, terkendalanya sebagian penanganan pengungsi erupsi Sinabung akibat administrasi belum selesai.

“Karena semua harus berdasarkan UU. Kita tetap koordinasi dengan pusat. Tetapi terkendala dengan bencana gempa di Lombok. Karena pejabat di pusat fokus menangani bencana gempa di Lombok. Dan dari 181 KK belum diselesaikan, karena terkendala administrasi. Ada yang belum selesai yaitu berjumlah 52 KK,” jelas Martin.

Karenanya, Terkelin minta BPBD agar segera menyelesaikan permasalahan pengungsi tersebut. “Kalau perlu Rabu (8/8) besok bentuk tim berangkat ke pusat,” tandasnya. (sekilap)

Loading...