Rapat Koordinasi Faskes Mantapkan Persiapan Rujukan Online

SIDIMPUAN-M24 | BPJS Kesehatan Cabang Padangsidimpuan menggelar Rapat Koordinasi Fasilitas Kesehatan (Faskes) di Kota Padangsidimpuan, Senin (27/8).
“Rapat ini untuk mengevaluasi perkembangan uji coba sistem rujukan,” kata Kabid PMR BPJS Kesehatan Padangsidimpuan Desy Kartika.

Desy Kartika memaparkan, beberapa pembaruan sistem rujukan online yang memiliki keunggulan lebih jika dibandingkan dengan sistem rujukan manual yang selama ini telah berjalan.

Dengan rujukan online, maka rujukan antar provinsi akan jadi lebih mudah. Bagi peserta yang berada diperbatasan kabupaten Padang Lawas misalnya, bisa langsung dirujuk ke kabupaten Rokan Hulu, jadi tidak perlu lagi dibawa ke Sibuhuan yang lebih jauh. “Karena aplikasi rujukan online secara otomatis akan membaca peta demografis yang berbasis pada jarak berdasarkan koordinat Faskes,” jelas Desy.

Loading...

Desy menambahkan, penerapan rujukan online semata-mata hanya untuk percepatan rujukan pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat. Sistem rujukan yang semula dilakukan secara manual dari FKTP ke FKRTL, kini sudah saling terkoneksi melalui sistem rujukan online yang akan diberlakukan secara efektif pada 1 September 2018 mendatang. Karena semuanya telah terhubung, peserta tidak perlu lagi repot membawa surat rujukan dari FKTP perujuk, bahkan FKRTL rujukan dapat mengetahui data pasien yang dirujuk oleh FKTP sebelum pasien tersebut datang ke FKRTL. Sehingga FKRTL dapat melakukan persiapan yang dibutuhkan untuk memberikan pelayanan yang optimal kepada pasien.

Selain itu, Desy juga menyampaikan evaluasi dalam uji coba penerapan rujukan online. Ia mengatakan beberapa FKTP belum optimal dalam meng-entry hasil pemeriksaan pasien peserta JKN-KIS dalam aplikasi P-Care, sehingga banyak kunjungan pasien yang tidak terdokumentasi.

Prosedur rujukan online dimulai dari kunjungan pasien ke FKTP, kemudian petugas FKTP meng-entry hasil pemeriksaan pasien ke dalam aplikasi P-Care. Data tersebut akan menjadi dokumentasi kunjungan pasien, atau sebagai informasi rujukan pasien ke FKRTL jika pasien tersebut dirujuk.

Pasien tidak dapat dirujuk apabila data kunjungannya belum di-entry di FKTP, maka akan menjadi masalah jika pasien duluan sampai ke FKRTL sementara informasi rujukannya belum di-entry oleh pertugas FKTP.

“Masih ada beberapa hari lagi masa uji coba, kami berharap FKTP dapat segera menyesuaikan diri. Apabila ada kendala silahkan hubungi kami, mari bersama kita sukseskan sistem rujukan online ini untuk pelayanan peserta program JKN-KIS yang lebih berkualitas,” tandas Desy. (antsu)

Loading...