Razia Pakter Tuak, Kafe dan Penginapan, 20 Wanita Malam Terjaring

22

TANJUNGBALAI-M24 | Dalam upaya menegakkan peraturan daerah (Perda) No 8 Tahun 2004, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tanjungbalai menggelar razia di pakter tuak, kafe dan penginapan kelas melati. Hasilnya, sebanyak 20 wanita malam terjaring, Sabtu (1/9) sekitar pukul 00.15 WIB.

Dalam pelaksanaannya, petugas Satpol PP sebelumnya menggelar apel di kantor Satpol PP Kota Tanjungbalai. Setelah mendapat pengarahan, petugas bergerak menuju objek dengan sasaran pakter tuak, kafe, penginapan dan tempat hiburan lainnya. Tidak hanya itu, petugas juga melakukan penyisiran di sejumlah pinggiran jalan di Kota Tanjungbalai.

Dari pakter tuak, kafe dan penginapan, petugas berhasil mengamankan 20 wanita tanpa identias diduga berprofesi sebagai pekerja seks komersial (PSK). Terlihat petugas mengamankan sejumlah wanita yang didominasi kaum omak-omak. Petugas juga melakukan pemeriksaan barang bawaan dari para wanita tersebut. Sempat terjadi keributan antara petugas dan pemilik pakter tuak saat para wanita hendak diboyong menuju mobil.
Akhirnya, petugas dapat meredam emosi pemilik pakter setelah memberitahukan bahwa wanita yang diamankan akan dilakukan pendataan.
Selanjutnya, para wanita tersebut diboyong dengan menggunakan kendaraan dinas menuju kantor Satpol PP Kota Tanjungbalai guna pemeriksaan lebih lanjut.

Walikota Tanjungbalai melalui Kasat Pol PP Kota Tanjungbalai, Burhanuddin Panjaitan didampingi Kepala Patroli, Ali Imran dan Kepala Provos, D Sagala mengatakan, razia digelar guna menekan angka penyakit masyarakat sekaligus untuk menjadikan Kota Tanjungbalai menuju kota yang religius, bertakwa dan berpendidikan serta sebagai kota pariwisata.

“Kita tetap komit memberantas sagala macam pelanggaran Perda di Kota Tanjungbalai. Siapapun dan kapanpun, tetap siaga dalam pelaksanaan tugas dan fungsi,” ungkapnya.

Burhanuddin menjelaskan, wanita yang diamankan hanya diberikan peringatan dan bimbingan agar tidak mengulangi perbuatannya kembali.

“Kita mengingatkan khusus kepada seluruh wanita yang terjaring razia agar tidak mengulangi perbuatannya. Bila ditangkap kembali, akan dikirim ke panti rehabilitasi di luar kota Tanjungbalai,” pungkasnya. (ambon)

Loading...