Rekayasa Kredit Perkebunan Rp5,3 M, Eks Kacab BRI Agro Ditangkap

16

MEDAN-M24 | Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) menangkap Syahroni Hidayat (54), mantan Kepala Cabang (Kacab) Bank BRI Agro Pekanbaru. Tersangka kredit fiktif ini diringkus setelah delapan bulan masuk daftar pencarian orang (DPO), terhitung sejak Desember 2017.
“Tersangka ditangkap di rumahnya, di Perumahan Johor Indah Permai II Blok A, Medan Johor, tadi malam (Rabu, 1/8) sekitar pukul 20:40 WIB,” kata Kasi Penkum Kejatisu, Sumanggar Siagian, Kamis (2/8).

Penangkapan terhadap tersangka, lanjut Sumanggar, berkat informasi dari Kejari Pekanbaru dan Kejati Riau. Info itu menyebutkan tersangka tidak pernah memenuhi panggilan penyidik sejak Desember 2017. Tim yang dipimpin Asintel Kejatisu, Leo Simanjuntak lalu melakukan penelusuran dan langsung menangkap tersangka.

Syahroni merupakan buronan Kejari Pekanbaru dalam kasus pemberian kredit kepada 18 debitur. BRI Agro Cabang Pekanbaru mengucurkan modal kerja untuk pembiayaan dan pemeliharaan kebun sawit di Desa Pauh, Kec Bonai Darussalam, Rokan Hulu, Riau pada 2009. Total plafon pembiayaan itu sebesar Rp5,3 miliar.

Pos kredit terhadap ke-18 debitur itu ternyata kemudian masuk kategori non performing loan (NPL) alias kredit macet. Masalah yang lebih besar muncul pada 2015. Ternyata, lahan seluas 54 hektare yang diagunkan debitur tidak bisa dikuasai pihak bank.
Diketahui, sebagian lahan masuk areal eks hak guna usaha (HGU) PTPN V dan sebagian lagi berstatus kawasan hutan. Sehingga, status keseluruhan lahan itu tidak dapat ditingkatkan menjadi sertifikat hak milik (SHM).

Sebelum masalah muncul, pada 2012 Syahroni mengundurkan diri. Ini diduga kuat merupakan modus yang disiapkannya untuk menghilangkan jejak. “Selama pelarian, yang bersangkutan melakukan kegiatan jual beli mobil di Medan,” jelas Sumanggar.
Saat ini, Syahroni masih ditahan dalam sel tahanan sementara Kejatisu. Dia akan diserahkan kepada pihak Kejari Pekanbaru yang akan menjemputnya.

Terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru, Suripto Irianto, melalui Kasi Intelijen, Ahmad Fuady, mengatakan pihaknya sudah mengutus tim untuk menjemput Syahroni Hidayat. “Tim kita sedang menjemput bersangkutan ke Medan,” ujarnya kepada sejumlah awak media di Pekanbaru, Kamis (2/8).

Ahmad Fuady menyebut kasus Syahroni Hidayat sebagai kasus rekayasa kredit.
Penyidik Pidana Khusus Kejari Pekanbaru menurutnya telah menetapkan dua tersangka. Satu tersangka lain adalah Jauhari Y Hasibuan, mantan karyawan PT PTPN V. Namun, Jauhari meninggal saat ditahan di Rutan Sialang Bungkuk dalam perkara lain.
“Dia (Jauhari) menjadi tahanan pengadilan dalam kasus korupsi kredit fiktif PTPN V dengan BNI 46 yang ditangani Polda Riau. Dia tengah mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA),” ungkap Ahmad Fuadi.

Di kasus itu, Jauhari divonis 2 tahun penjara di pengadilan tingkat pertama. Tak terima, jaksa mengajukan banding dan hukumannya ditambah menjadi 4 tahun penjara.
Dalam perkara rekayasa kredit di BRI Agro Pekanbaru, Jauhari diduga mengatur dan mencari debitur kredit, beserta agunan yang dijaminkan ke bank. Hampir sebagian debitur berasal dari keluarganya. Sementara, Syahroni bertindak atas kewenangan yang dimilikinya untuk memuluskan pencairan kredit.

Informasi lain yang dihimpun metro 24, rekayasa kredit merupakan modus kejahatan perbankan yang berkembang sejak tahun 2008. Modus ini seluruhnya melibatkan pengambil kebijakan dari pihak perbankan. Dan, kasus seperti ini mendera hampir seluruh bank yang menyalurkan kredit perkebunan.

Seperti halnya di BRI Agro Pekanbaru, rekayasa kredit perkebunan dengan modus ini selalu menempatkan orang-orang kategori miskin sebagai debitur. Mereka mendapat imbalan sejumlah uang untuk mau menyerahkan fotokopi KTP dan menandatangani nota akad kredit. Sementara, dana yang dicairkan pihak bank sepenuhnya dinikmati para perekayasa kredit.

Khusus kasus BRI Agro Pekanbaru, kepada 18 debitur atas nama Sugito dan kawan-kawan, dalam kurun waktu 2009 hingga 2010, diberikan dana modal kerja bervariasi, yakni Rp150 juta dan Rp300 juta. Jangka waktu kredit 1 tahun dan jatuh tempo Februari 2010. Selanjutnya, skema kredit diperpanjang beberapa kali, sampai dengan 6 Februari 2013.
Sekadar diketahui, BRI Agro atau lengkapnya BRI Agroniaga mulanya merupakan perusahaan perbankan bernama Bank Agro. Perusahaan ini didirikan oleh DAPENBUN (Dana Pensiun Perkebunan Nusantara) pada 27 September 1989 dan beroperasi komersial pada 8 Februari 1990. Pada 2011, perusahaan ini diakuisisi oleh Bank Rakyat Indonesia. (ansah/tiopan/gunawan)

Loading...