Ribut dua Kepala SKPD Pemprovsu di gedung DPRD jadi sorotan

    13

    Medan |Persoalan keributan Kepala Bappeda Provsu H Irman dengan Kepala BPSDM Provsu Bonar Sirait menjadi buah bibir di Kantor Gubsu. Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) pun ikut mengomentari perilaku dua pucuk pimpinan SKPD Pemprovsu itu.

    Informasi diperoleh, Rabu (6/12/2017) dari kalangan ASN Pemprovsu maupun LSM, sikap Kepala Bappeda Provsu, Irman memang dikenal sedikit arogan. Hal itu kemungkinan kuat karena Irman merasa paling dekat dengan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) T Erry Nuradi.

    “Kepala Bappeda memang diketahui sedikit arogan bagi kami. Memegang kepala saat debat sesama pimpinan SKPD dinilai etika yang tak baik dan kelewatan,” ujar salahsatu pejabat Eselon II Pemprovsu yang minta namanya tak ditulis.

    Pejabat itu juga menyinggung sikap Irman yang tak jarang membanding-bandingkan pejabat di SKPD Pemprovsu.

    “Secara birokrasi bukanlah Kepala Bapedda yang memiliki tanggungjawab penuh terhadap anggaran yang dipersoalkan tersebut. Tapi Sekda. Jadi tak perlu pula ribut soal anggaran usai paripurna. Ribut di tangga gedung paripurna pula,” tandas dia.

    Dia menekankan, Sekda Provsu selaku Ketua Tim Penyusun Anggaran Daerah (TPAD) serta Gubsu sudah menyetujui anggaran tersebut.

    “Tetapi ada nilai sikap sepele ditunjukkan Irman terhadap SKPD lainnya,” kata pejabat itu.

    Irman yang dikonfirmasi soal ribut itu mengaku permasalahan itu sudah selesai. “Tadi memang debat soal anggaran pelatihan yang diajukan Bonar Sirait. Tidak masuk karena secara manual diajukannya. Harusnya e-planning,” ujar Irman via pesan singkat.

    Menurut Irman, keributan terjadi ketika dirinya menjelaskan kepada Kepala BPSDM Bonar Sirait tentang tata cara memasukkan anggaran dengan sistem cara aplikasi E-planning.

    Soal pegang kepala Bonar Sirait, Irman mengaku biasa melakukan hal seperti itu. “Hal tersebut biasa saya lakukan kepada kawan akrab saya seperti dengan pak Bonar yang kawan lama saya. Hal tsb menunjukkan kekeluargaan,” ucapnya

    Pada Selasa (5/12/2017), suasana di tangga depan Gedung Paripurna DPRD Sumut mendadak heboh. Pemicunya karena ketegangan Kepala Bappeda dan Kepala BKSDM provsutak lama usai paripurna bersama DPRD Sumut.

    Pantauan wartawan di lokasi, keduanya tampak adu mulut dengan nada suara yang agak meninggi. Dari perdebatan itu terdengar, keduanya meributi soal uang. “Ini kepentingan pimpinan,” kata Irman kepada Bonar

    Ucapan itu pun disahuti oleh Bonar. “Memang perintah pimpinan, tapi ke mana kucari uangnya,” balas Bonar kepada Irman. “Tapi ini kan perintah pimpinan,” kata Irman lagi.

    Keributan sedikit mereda ketika Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa Provsu, Aspan Sofyan melerai keduanya.

    Entah apa maksudnya, tiba-tiba Irman memegang kepala dan mengelus rambut Bonar Sirait. Dan Irman pun mengajak Bonar naik ke mobil Irman untuk membicarakannya. “Ayo ke mobil kita bahas,” kata Irman kepada Bonar.

    Mereka pun bergegas meluncur naik mobil yang sama meninggalkan Gedung Paripurna DPRD Sumut. Sementara Aspan Sofyan yang tadinya melerai masih berusaha tampak tenang dengan senyumannya. Kondisi itu sempat mengundang perhatian orang-orang yang ada di sana.

    Sebagaimana diketahui, Rapat Paripurna antara DPRD Sumut dengan Pemprovsu mengesahkan R-APBD 2018. (sumber :monitor)

    Loading...