Tak Ada Izin dan Positif Narkoba, New Zone dan Barcelona Dibeking Aparat

21

Kejanggalan pada kematian pengunjung Diskotek New Zone dan dugaan bocornya razia di Diskotek Barcelona mengungkap fakta miring. Benarkan aparat negara membekingi peredaran narkoba?

MEDAN-M24 | Pascatewasnya Dinar Dela boru Silalahi (30) dan informasi adanya peredaran narkotika dan obat-obat terlarang di wilayah hukumnya, Polrestabes Medan melakukan razia di dua lokasi hiburan malam, Sabtu (1/9) dinihari.

Pantauan metro24, setelah apel konsolidasi di Satsabhara Polrestabes Medan, tim berkekuatan 86 personel dari 1 SSK Satsabhara dan 1 regu Satresnarkoba dipimpin Wakapolrestabes Medan, Kabagops Polrestabes Medan, Kasat Sabhara Polrestabes Medan, Wakasat Sabhara, Kanit Dalmas, Kanit Patroli Polrestabes Medan, Wakasat Narkoba Polrestabes Medan langsung menuju Diskotek Barcelona.

Setiba di lokasi hiburan malam Jln William Iskandar, Desa Medan Estate, Kec Percut Sei Tuan, Kab Deliserdang pukul 01:30 WIB, petugas melakukan pemeriksaan di bagian hall, room karaoke serta area parkir. Di sini, petugas tidak menemukan adanya narkoba dan pelanggaran maupun tidak pidana lainnya.

Warga di sekitar Barcelona menduga razia tersebut telah leibh dulu bocor. Pasalnya, setengah jam sebelum kedatangan petugas, beberapa pengunjung yang tidak memiliki tanda pengenal, terlebih dahulu keluar dari diskotek.

“Sudah sebagian pengunjung yang keluar duluan sebelum petugas datang. Kabar yang saya dengar bahwa pihak diskotek mendapat kabar akan adanya razia. Makanya yang nggak punya tanda pengenal sudah pada keluar duluan sebelum dirazia,” ucap pria yang meminta namanya tak disebut.

Namun Kasat Sabhara Polrestabes Medan, AKBP Sonny F Siregar mengakui jika Manajemen Barcelona tidak dapat menunjukan izin menjual minuman beralkohol (monil), berupa SIUP MB. “Saya minta menunjukkan surat ijinnya, pihak Barcelona tidak dapat menunjukkan,” katanya.

Hanya saja tidak terlihat tindakan kepada pihak Barcelona atas tidak adanya SIUP MB tersebut. Tim justru melanjutkan perjalanannya ke Diskotek New Zone di Jln KL Sugiono/Jln Wajir, Kel Aur, Kec Medan Maimon.

Tim Polrestabes Medan yang tiba pukul 02:45 WIB sempat membuat pengunjung diskotek kaget. Seperti di Barcelona, petugas langsung melakukan pemeriksaan, penggeledahan dan tes urine terhadap orang yang ditemukan di area parkir, hall, room karaoke dan lobby diskotek.

Hasilnya, 15 pria dan wanita positif narkoba. Sisa narkoba jenis ekstasi juga ditemukan petugas di satu ruang karoke berisi enam orang. Bersama 25 pria dan 31 wanita yang tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan beberapa pengunjung berstatus bawah umur, para pelaku langsung diboyong ke Satsabhara Polrestabes Medan, Jln Putri Hijau Medan.

“Hal ini berkaitan dengan matinya seorang pengunjung, warga Simalungun dikarenakan over dosis setelah dari NZ (New Zone) pada Kamis dinihari,” tegas Kabagops Polrestabes Medan, AKBP I Gede Nekti.

Pukul 07.00 WIB, beberapa dari pengunjung yg diamankan karena tidak memiliki tanda pengenal telah dijamini oleh keluarganya dengan membuat surat pernyataan. (baca: Equator Pub & KTV Ditarget Tutup)

Kegagalan Unsur Muspida
Awasi Lokasi Hiburan Malam

Tidak adanya tindakan tegas dan kembali terjaringnya pegunjung yang terindikasi menggunakan narkoba jenis ekstasi mendapat reaksi Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU), HM Nezar Djoeli ST.

Dirinya bahkan menyebut kematian wanita asal Desa Bahulbatu, Kec Siborongborong, Kab Tapanuli Utara (Taput) setelah masuk Diskotek New Zone sebagai bukti kegagalan unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) tak terkecuali Gubernur da Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumut.

Kegagalan itu dalam bentuk menegakkan aturan di lokasi hiburan malam. Termasuk memberantas penyalahgunaan/peredaran gelap narkoba dan penertiban oknum-oknum kedua institusi yang terindikasi membekingi lokasi hiburan malam.

Bahkan, peredaran narkoba di kawasan hiburan malam terkesan dibiarkan menjadi arena comitted suiced (bunuh diri) dan pemusnahan generasi bangsa.

“Nyawa manusia melayang, kok polisi baru meradang? Selama ini kemana dan dimana ya? Saya sangat kecewa dan prihatin. Apa jajaran Polrestabes Medan dan Poldasu gak tahu Narkoba dijual macam kacang goreng di sana (lokasi hiburan malam), atau pura-pura tak tahu lantaran oknum aparat dibiarkan membekingi?” ucap Nezar melalui saluran telepon, Sabtu (1/9).

Dia menyebut, lemahnya komitmen memberantas peredaran gelap narkoba di kawasan hiburan terlihat jelas dari tidak adanya pengawasan perizinan yang dikeluarkan pemerintah dan aparat Polri setempat.

Nezar mencontohkan, izin keramaian lokasi hiburan yang dikeluarkan Polrestabes Medan dari pukul 21.00 WIB – 02.00 WIB dinihari. Tapi kenyataan di lapangan banyak pengelola hiburan malam beroperasi hingga batas waktu yang ditentukan.

Seharusnya, timpal Nezar, Polrestabes Medan langsung menindak/menutup paksa setiap kawasan hiburan yang tetap bandel beroperasi di luar ketentuan jam operasi. Maupun izin administrasi operasional semisal gangguan lingkungan (HO).

“Lihat saja di Jalan Nibung, kawasan hiburan beroperasi sampai pagi. Kan jelas-jelas melanggar izin keramaian yang dikeluarkan polisi. Padahal Mapolsek Medan Baru berada di sebelahnya. Saya rasa seluruh unsur Muspida gagal awasi izin kawasan hiburan malam. Apa karena sudah dapat setoran?” tuding politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) ini.

Untuk itu, dirinya dengan tegas menyerukan agar seluruh unsur Muspida tak terkecuali Gubernur Sumut, Kapolda, BNNP, Kapolrestabes Medan, Bupati serta Kapolres se-Sumut memerifikasi mental jajaran masing-masing yang kemungkinan menerima setoran rutin untuk membekingi kawasan hiburan. Bila perlu diganti/mutasi.

“Tangkap pengusaha, aparat dan pejabat yang nakal. Jual minuman keras saja sudah mengkhawatiran kita, gimana lagi kalo dibekingi jadi sarang Narkoba,” ingat Nezar

Sedangkan buat orangtua dan pemuka masyarakat, diminta fokus memperhatikan keluarga maupun lingkungan terdekat. Ketika muncul perubahan ganjil, aneh dan mencurigakan, Caleg 2019 Partai NasDem nomor urut 5 ini menyarankan segera berkoordinasi dengan aparat berwenang.

Diberitakan sebelumnya, Dinar Dela boru Silalahi tewas setelah beberapa jam berada di Diskotek New Zone. Awalnya ia mengeluh sakit di jantung dan badan kedinginan. Petugas security yang mengetahui korban mengonsumsi ekstasi merk Rolex, menyarankan dibawa ke Rumah Sakit Advent Jln Gatot Subroto Medan.

Namun, oleh tim dokter di Unit Gawat Darurat (UGD), korban dinyatakan telah meninggal dunia. Ketika itu buih keluar dari mulut korban, beberapa kuku jari tangannya juga mengitam. Pihak kepolisian menyebut kematian korban tidak wajar. Diduga overdosis narkoba jenis ekstasi. (irwan/budiman/adlan)

Loading...