Temuan diterima DPRD Sumut, Danau Toba dicemari bangkai ikan perak

68

Budiman – Medan | Perairan Danau Toba dicemari ribuan bangkai ikan perak. Kematian misterius ikan berukuran kecil dengan kulit berwarna putih ini, terjadi di Desa Paropo, Kec Silahisabungan, Kab Dairi.

Temuan yang diterima anggota DPRD Sumut, Toni Togatorop dari warga saat melakukan reses, sejak 6-8 Maret 2018, menjadi perhatian seriusnya. Pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) harus turun menyelidikinya.

“Banyak sekali ikan perak mati. Saya terkejut melihat pemandangan yang merusak keindahan Danau Toba,” ucap Toni, kemarin (11/3).

Dia memperkirakan, ikan kecil yang sering mampir ke pinggiran danau itu, sudah mati sekitar seminggu lalu. Selain Toni, Kepala Desa Paropo, Bongga Erwinson Situngkir dan warga sekitar juga heran menyaksikan ribuan bangkai ikan tesebut.

“Saya sendiri, tidak bisa memperkirakan berapa jumlah bangkai ikan yang mati mengambang di perairan Danau Toba,” katanya lagi.

Berdasarkan informasi yang diperolehnya, kejadian itu terjadi sejak 1 bulan lalu. Warga sendiri tidak mengetahui secara pasti penyebab kematiannya. Aroma bau busuk menyengat dan mengganggu warga disekitar danau.

“Pemandangan Danau Toba jadi sangat jelek,” tegas anggota Komisi B DPRD Sumut itu.

Pemerintah melalui DLH harus meneliti dengan turun ke lokasi. Misteri kematian ikan perak, menurut Toni, akibat dari limbah kimia perusahaan atau limbah industri rumah tangga.

“Dampaknya juga terjadi pada ternak masyarakat yang memakan bangkai ikan, juga ikut mati,” cetusnya.

Himbauan kepada pemerintah mengendalikan situasi secepatnya, demi keamanan dan kesehatan masyarakat sekitar serta wisatawan yang berkunjung. Keresahan yang dirasakan warga, juga mengalami penurunan kunjungan wisatawan.

“Tolong, pemerintah harus cepat mengantisipasinya. Jumlah wisatawan yang ramai berkunjung ke lokasi wisaya Paropo dan Silalahi menurun, akibat Danau Toba dipenuhi bangkai ikan,” pungkasnya.

Loading...