Terbengkalai Selama 5 Bulan Jembatan Titi Dua Sicanang Rubuh

BELAWAN-M24 | Akibat belum juga diperbaiki, jembatan Titi Dua, Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, Selasa (28/8) pukul 22.00 WIB, rubuh.

Informasi dihimpun M24, jembatan yang kondisinya telah dibongkar selama 5 bulan lalu, kini keadaan jembatan darurat sangat sulit dilalui masyarakat.

Ternyata, jembatan yang rencananya akan dibangun tahun ini, mengalami amblas, karena terus dilalui kendaraan masyarakat. Bahkan, disebabkan tekanan air pasang yang terjadi setiap bulan sekali.

Loading...

“Baru saja amblas, jadi mobil payah lewat, cuma kereta yang bisa lewat. Jembatan ini, sejak dibongkar mau diperbaiki, keadaannya darurat. Jadi, mengganggu masyarakat yang melintas di jembatan ini,” kata Binsar, warga sekitar.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Belawan, Abdul Rahman, sangat menyesalkan sikap Pemko Medan, yang terkesan lambat memperbaiki jembatan tersebut. Sehingga, jembatan yang sudah lama terbengkalai, tidak menggganggu akses lalu lintas bagi masyarakat dan memakan korban jiwa.

“Ini karena tidak seriusnya pemerintah, makanya jembatan ini amblas. Untung saja tidak ada korban, kita minta pemerintah harus segera memperbaikinya, karena banyak yang kerja dan sekolah melintas di jembatan itu, kalau rusak pasti terganggu. Jadi, jangan sempat masyarakat marah, baru diperbaiki,” tegas pria yang akrab disapa Atan.

Dijelaskan Atan, pembangunan Jembatan Sicanang yang masuk program pelaksanaan pada tahun 2017, gagal terlaksana. Jadi, untuk tahun ini harus terlaksana, agar masyarakat tidak terus dibohongi dengan janji. “Ini bukti, lambatnya Pemko Medan untuk meningkatkan pembangunan di Belawan, untuk itu, tidak ada alasan bagi pemerintah memperlambat pembangunan jembatan itu,” tegas Atan.

Terpisah, Camat Medan Belawan, Ahmad SP, mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan tentang amblasnya jembatan itu, pihaknya bersama masyarakat sudah memperbaiki kondisi jembatan agar bisa dilalui kendaraan.

“Yang amblas bagian sisi kiri, tapi kendaraan sudah bisa lewat lagi. Besok akan segera dibagusi, agar masyarakat bisa berjalan normal. Kita sudah laporkan ke Dinas PU Kota Medan,” sebut Ahmad. (mag1)

Loading...