Tewasnya Bos Perusahaan Bandung, Polisi segera sita barbut dari Hotel Natama

176

Kevin – Sidimpuan | Tim penyidik Polres Padangsidimpuan sudah memanggil 5 saksi untuk mengungkap penyebab kematian Bernard Sidauruk (52), warga Cipamokolan, Rancasari, Bandung, Jawa Barat.

Pimpinan (bos) salah satu perusahaan itu tewas di kamar mandi Hotel Natama Jln SM Raja, Kec Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, beberapa hari lalu.

Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan, AKP Abdi Abdillah mengatakan, kelima saksi yang diperiksa di antaranya dari pihak manejemen Hotel Natama, PT Pembangkit Listrik Negara (PLN) dan pihak korban.

“Kami sudah periksa lima orang saksi untuk mengungkap kasus itu,” terangnya kepada M24 ketika dihubungi melalui telepon seluler, Jumat (4/5).

Menurut Abdillah, untuk memastikan penyebab kematian korban, penyidik juga menyita sejumlah barang bukti (barbut0 terkait dugaan arus pendek yang dialami korban.

“Kami sekarang sudah membuat permohonan izin penyitaan kepada manajemen hotel. Selanjutnya, kepolisian akan kembali menggelar perkara di Polres Padangsidimpuan. Sehingga, akan ditemukan fakta penyebab kematian korban,” ungkp Abdillah, namum belum bisa memastikan jenis barang yang akan disita.

Sementara itu, manajemen Hotel Natama belum bisa dimintai keterangan terkait kasus kematian salah seorang tamu di hotelnya. Staf hotel yang ditemui wartawan mengatakan pimpinannya sedang berada di luar kota. “Pimpinan kami sedang di luar kota,” ujar salah seorang karyawan hotel.

Sekadar mengingatkan, peristiwa kematian Bernard Sidauruk terungkap ketika korban check-in di hotel bersama rekannya, Jabatan Manullang (28), warga Siborongborong, Kab Tapanuli Utara (Taput). Namun, keduanya menempati kamar yang berbeda. Bernard sendiri memilih kamar Nomor 109.

Pada Jumat (27/4) malam, salah seorang petugas hotel hendak mengecek kamar untuk memeriksa barang tamu. Di saat itulah, tiba-tiba petugas hotel tadi mendengar suara jeritan dari kamar Nomor 109. Karena pintu kamar terkunci, petugas tersebut mengambil kunci cadangan ke resepsionis.

Selanjutnya petugas hotel bersama security mengetuk kamar yang ditempati Jabatan Manullang sekaligus memberitahukan suara jeritan dari kamar rekannya (korban). Ketiganya pun kemudian kemudian membuka kamar yang ditempati korban. Saat itulah, mereka menemukan korban sudah tergeletak di lantai kamar mandi dalam keadaan telanjang dan tangan kanannya memegang shower air yang mengarah ke wajahnya.

Untuk melepaskan tangan korban dari tangkai shower, Jabatan Manullang menggunakan kain yang dibalutkan ke tangangnya. Setelah itu, mereka pun akhirnya menghubungi petugas Polres Padangsidimpuan. Tak lama polisi datang. Usai olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas membawa jasad korban ke RSUD Padangsidimpuan.

Kapolres Padangsidimpuan, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Hilman Wijaya ketika dihubungi melalui telepon seluler membenarkan kejadian tersebut. “Korban ditemukan tergeletak tak bernyawa di dalam kamar mandi seraya memegang sower,” ungkap Hilman.

Kapolres menjelaskan, diduga korban tewas akibat kesetrum arus listrik melalui shower yang dipegangnya. “Salah satu tangan korban Ada luka yang diduga akibat tersengat arus listrik,” imbuhnya.

Selanjutnya, korban dibawa ke salah satu rumah sakit terdekat. Namun, setelah pihak kepolisian tiba di rumah sakit swasta itu, petugas langsung memindahkannya ke RSUD Padangsidimpuan.

BACA JUGA BOS PERUSAHAAN BANDUNG TEWAS DI KAMAR HOTELĀ 

Kronologi Peristiwa Tewasnya Bos Perusahaan Bandung

1- Bernard Sidauruk (korban) check-in ke Hotel Natama ditemani Jabatan Manullang, Jumat (27/4) malam.
2- Bernard Sidauruk memilih kamar Nomor 109, sedangkan Jabatan Manullang di kamar lain.
3- Beberapa jam di dalam kamar, seorang karyawan hotel tiba-tiba mendengar teriakan dari kamar Bernard Sidauruk.
4- Karyawan hotel lalu memberitahukan kepada Jabatan Manullang dan mengambil kunci cadangan di resepsionis.
5- Saat kamar dibuka, Bernard Sidauruk ditemukan tergeletak kaku di kamar mandi dengan kondisi telanjang dan tangan kanan menggengam shower.

Loading...