Tindak 2 Mobil dan 3 Angkot, Dishub dan Satlantas Tertibkan Terminal Amplas

Tim gabungan melakukan penertiban di Terminal Amplas.

MEDAN-M24 | Dalam upaya mendukung penataan kota dan mengatasi kemacetan arus lalulintas, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan bersama Satlantas Polrestabes Medan menertibkan Terminal Terpadu Amplas Jln SM Raja Medan. Hasilnya, dua unit mobil dan tiga angkutan kota (Angkot) diberikan sanksi berupa tindakan langsung (Tilang).

Penertiban dipimpin langsung Kadishub Kota Medan, Renward Parapat dengan melibatkan sebanyak 75 personel dari unsur Dishub Kota Medan, Satpol PP, Brimob Poldasu, Dit Samapta serta Satlantas Polrestabes Medan. Dalam pelaksanaannya, parkir sembarangan dan pedagang kaki lima (PK5) menjadi fokus dalam penertiban tersebut. Selain mengatasi kemacetan arus lalu lintas, tujuan penertiban guna mendukung penataan kota yang kini tengah digelorakan Pemko Medan. Usai melaksanakan apel, petugas gabungan langsung menertibkan seluruh PK5 yang masih menggelar lapak di seputaran terminal. Bahkan, petugas juga mengangkut gerobak maupun meja para pedagang. Tindakan tegas itu dilakukan karena sebelumnya para PK5 telah diingatkan agar tidak berjualan di seputaran Terminal Terpadu Amplas, termasuk di pinggir jalan, trotoar maupun di atas drainase.

Usai membersihkan kawasan Terminal Terpadu Amplas, tim gabungan kemudian menyisiri jalan hingga seputaran Jembatan Fly Over Amplas. Petugas juga melakukan tindakan tegas terhadap mobil angkutan kota maupun Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang parkir sembarangan. Sebanyak dua unit kenderaan bermotor roda empat dan tiga unit angkutan kota (Angkot), Sabdra Frima, Tao Toba Indah dan KPUM 64 diberikan sanksi berupa tindakan langsung (Tilang) dan penahanan.

Loading...

Kadishub Kota Medan Renward Parapat, tindakan tegas dilakukan untuk memberikan efek jera baik kepada PK5 maupun pengendara kenderaan bermotor maupun angkutan umum.

“Selain penilangan dan penahanan, kita juga menggembosi ban kenderaan bermotor roda empat yang kedapatan parkir sembarangan,” kata Renward.

Renward mengimbau kepada pemilik kenderaan umum baik AKAP maupun AKDP yang tidak memiliki izin pool berpangkalan di Terminal Terpadu Amplas, tidak diperkenankan mengangkat dan menurunkan penumpang di pinggiran jalan karena mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

“Begitu juga dengan PK5, kita harapkan jangan berjualan lagi di atas trotoar. Sebab trotoar dibangun bukan untuk tempat berjualan melainkan tempat pejalan kaki. Untuk itu, penertiban terhadap PK5 yang berjualan di atas trotoar akan terus kita lakukan. Di samping itu, kita juga minta kepada pengendara kenderaan bermotor baik roda dua maupun empat agar tidak menjadikan trotoar menjadi tempat parkir,” tegasnya.

Renward menambahkan, penertiban dilakukan guna mengatasi kemacetan dan mendukung penataan yang dilakukan Pemko Medan agar ibukota Provinsi Sumatera Utara menjadi lebih tertib, bermartabat dan lebih indah.

“Medan Rumah Kita, mari kita jaga bersama sehingga menjadi lebih baik lagi ke depannya,” pungkasnya. (adlan)

Loading...