Walikota Sarankan Pasangan Nikah Mendapat Imunsasi MR

9

MEDAN-M24 | Pemko Medan berkomitmen penuh untuk mencapai eliminasi penyakit campak dan pengendalian penyakit Rubella (kecacatan), yang disebabkan oleh infeksi Rubella saat kehamilan (Congenital Rubella Syndrome) pada tahun 2020.
Salah satu upaya dengan melaksanakan kampanye dan introduksi imunisasi campak Measles Rubella (MR).

Penegasan itu disampaikan Walikota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S MSi saat menghadiri pertemuan Evaluasi Kampanyanye Imunisasi MR di Four Points Hotel Jln Gatot Subroto, Medan, Senin (10/9). Evaluasi dilakukan dalam rangka untuk mengejar ketinggalan capaian Kampanye Imunisasi MR sehingga bisa mencapai target 95%.

Mengingatkan dampak yang disebabkan virus MR sangat berbahaya. Saat ini, ada tiga anak balita menjadi korbannya mengalami kecacatan cukup parah. Mulai dari tak bisa melihat, pengecilan otak dan jantung bocor. Maka dari itu, kampanye bertujuan untuk memutus transmisi penularan virus campak dan Rubella di masyarakat.

“Sejak 1 sampai 31 Agustus 2018 telah dilaksanakan Imunisasi MR di seluruh sekolah di Kota Medan mulai tingkat PAUD, Taman Kanak, SD/MI serta SMP/MTS,” katanya dihadapan dr Dita Ramadona perwakilan UNICEF, dr Sweet Si perwakilan WHO, Kakan Kemanag Kota Medan, pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan dan camat.

Namun, lanjutnya, imunisasi yang dilakukan masih jauh dari target hanya 38,1383%. Seharusnya pencapaian di bulan Agustus minimal sudah 75% dari total sasaran 585.641 anak. “Belum tercapainya target ini menjadi tanggung jawab kita bersama sehingga target 95% terpenuh. Oleh karenanya diharapkan peran serta aktif semua lintas sektoral, program dan stakeholders agar bahu membahu mensukseskan program nasional ini,” kata Eldin.

Selain itu, Eldin juga berharap kerjasama dan peran aktif Dinas Pendidikan Kota Medan mengajak seluruh kepala sekolah agar mengimbau siswanya mendapatkan imunisasi MR. Begitu juga dengan pihak rumah sakit maupun puskesmas, Dinas Sosial, TP PKK Kota Medan, camat, LSM, tokoh agama, tokoh masyarakat organisasi profesi terkait serta merdia cetak dan elektronik ikut mensukseskan pelaksanaan imunisasi MR.

Kepada Kementrian Agama Kota Medan, Walikota menyarankan kepada pasangan yang hendak menikah agar lebih dahulu harus mendapatkan imunsasi MR. Sebab, dari ketiga balita yang menjadi korban virus MR umumnya terjangkit pada saat sang ibu sedang hamil melalui udara.

“Ibu itu tertular virus MR setelah ada keluarga maupun tetangganya yang terkena penyakit campak. Penularan itu terjadi melalui udara,” jelasnya.

Sebelumnya, panitia pertemuan menghadirkan tiga ibu bersama anaknya yang terkena virus MR. Dengan terisak-isak, ketiganya menceritakan bagaimana sampai terserang virus MR hingga anaknya mengalami kecacatan. Salah satunya, Asmarani, ibu rumah tangga ini menceritakan anaknya terserang virus MR saat kandungannya berusia 7 bulan.

Dipaparkannya, virus berbahaya itu tertular dari kakeknya yang saat itu sedang terjangkit penyakit campak. “Akibat penularan itu anak saya, Kaisara Queen mengalami katarak, jantungnya bocor 2 mili dan telinganya tuli serta otaknya tidak berkembang (mikrosefali) sehingga tumbuh kembangnya lambat,” papar Asmarani.

Dijelaskannya, tumbuh kembang putri tercintanya menjadi lambat saat usia putri berusia 1,5 tahun, baru bisa telungkup dan angkat kepala. “Itu pun harus dibantu dengan pengobatan terapi alternatif selama 9 bulan. Jadi cukuplah saya dan anak saya menjadi korban. Saya berharap tidak ada lagi anak-anak yang terkena virus MR seperti yang dialami anak saya,” pesannya.

Kadis Kesehatan Kota Medan, Usma Polita menjelaskan, imunisasi MR akan dilanjutkan kembali 1 sampai 29 September. Bagi anak-anak di luar usia sekolah, imunisasi MR dilakukan di posyandu, polindes, poskesdes, puskesmas, puskesmas pembantu, rumah sakit serta pelayanan kesehatan lainnya.

“Tanggal 17 sampai 28 September, kita (Dinkes Medan) akan melaksanakan sweeping mengejar ketertinggalan capaian kampanye MR sehingga mencapai target 95%. Adapun tujuan kampanye ini dilakukan dalam rangka memutuskan transmisi penularan virus MR yang ada di masyarakat,” terang Usma. (adlan)

Loading...