Aksi Damai 212 Bikin Pasar Keuangan Meroket

ribuan-pendemo-ahok-padati-bundaran-patung-kuda-006-nfi
M24.CO|MEDAN
Hingga menjelang penutupan perdagangan sore ini, aksi damai yang berlangsung di sejumlah wilayah terpantau berjalan tertib dan aman. Disaat sesi I ditutup, IHSG terpantau menguat sekitar 0.1%. Demikian dikatakan Pengamat Ekonomi Sumut kepada M24.CO hari ini.
“Namun setelah aksi damai berlangsung dan massamulai membukarkan diri, IHSG menjelang sesi penutupan juga meroket sekitar 0.9 persenan,” katanya.
 
Dia menjelaskan penguatan kinerja IHSG berbeda dengan kebanyakan indeks bursa regional yang justru mengalami koreksi pada perdagangan hari ini. Saya menilai aksi damai menjadi pemicu membaiknya kinerja IHSG hari ini.
“Sudah seharusnya kita mengapresiasi aksi damai ini sekaligus menjadi contoh bagi semua masyarakat dalam setiap menyampaikan aspirasinya,” jelasnya.
 
Dia menerangkan hal yang sama juga dirasakan oleh mata uang Rupiah. Rupiah terpantau menguat 100 poin lebih dikisaran 13.470 per US Dolar menjelang sesi penutupan perdagangan. Penguatan kinerja mata uang Rupiah memang beriringan dengan penguatan sjeumlah mata uang regional asia.
 
“Rupiah pada hari ini menjadi mata uang yang mengalami penguatan paling besar dibandingkan sejumlah mata uang di Asia. Pasar keuanagn kita secara keseluruhan mendapatkan dorongan positif dari aksi damai 2 Desember 2016,” ungkpapnya.
 
Dia menambahkan pada penutupan perdagangan hari ini. IHSG ditutup menguat 0.908% di level 5.245,96. Sementara itu, mata uang Rupiah di pasar spot ditutup menguat di harga 13.500 per US Dolar, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level 13.565 per US Dolar.
 
Dia menegaskan hanya saja asing masih membukukan transaksi jual di pasar saham. Hari ini asing membukukan transaksi jual bersih sebesar 275 Milyar. Sentimen selanjutnya adalah pelaku pasar akan memantau perkembangan ekonomi terkini dari luar. Sejumlah perhatian masih terfokus kepada perkembangan terkini dari AS.
 
“Tekanan-tekanan pada pasar keuangan kita masih akan terjadi hingga keputusan The FED di bulan desember terkait dengan besaran suku bunga acuannya. Jadi ketidakpastian di pasar selanjutnya akan lebih banyak dimotori oleh sisi eksternal. Setidaknya hingga tahun baru mendatang,” tambahnya.(winsah)
Loading...
author