Bah! Sejak Pekan Lalu, Bom Samarinda Sudah Prediksi ‘Bakal’ Terjadi

img-20161113-wa0030

M24.CO|SAMARINDA

Serangan bom molotov di Gereka Oikumene, Samarinda, Minggu (13/11/2016) pada 10.00 WITA, memakan korban yang kebanyakan anak-anak.

Ledakan bom di Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur ini ternyata sudah diprediksi oleh salah seorang netizen yang juga aktivis muda Muhammadiyah bernama Mustofa Nahrawardaya, tepat hari Minggu pekan lalu (6/11/2016).

Lewat media sosial Mustofa Nahra mengungkapkan di tengah isu-isu yang menerpa umat Islam soal kasus penistaan Agama yang dilakukan oleh Ahok, akan terjadi aksi teror yang akan memperkeruh suasana.

“Hari2 penuh kebohongan begini, biasanya ada kejadian2 terkait terorisme yg mengejutkan. Coba besok kita lihat,” ujar Mustofa lewat akun @TofaLemon.

Cuitannya ini lantas mendapat respon dari para netizen yang mengaku terkejut dan juga salut karena dugaan Mustofa ternyata benar.

“Masya Allah, ciutannya terbukti, smoga Allah menjaga negeri ini dari orang2 zhalim,” cuit @albalaghmedia.

“Mudah sekali di tebak ya…dan ujung2nya Islam lagi yg disalahkan…Fitnah lagi fitnah lagi….” ujar @masyudhiku.

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Fajar Setiawan kepada wartawan membenarkan ledakan bom di Gereja Oikumene, Kelurahan Sengkotek, Samarinda Seberang, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Minggu (13/11/2016) sekitar pukul 10.10 Wita.

“Pada pukul 10 lewat 10 menit ada seorang pria melintas di Gereja Oukemene melempar diduga bom low explosive,” jelas Fajar.

Bom di gereja Samarinda ini mengakibatkan empat anak kecil menjadi korban. Saat kejadian, mereka berada di lokasi area parkir gereja.

“Untuk korban, ada empat anak dan saat ini telah dibawa ke rumah sakit terdekat,” katanya.

Sementara pelaku sudah berhasil diamankan polisi dengan mengenakan kaos bertuliskan Jihad. Sebelumnya pelaku berinisial J itu berhasil ditangkap warga saat melarikan diri. Polisi masih memeriksa intensif jaringan yang memungkinkan mendukung aksi pelaku.(red/psc)

Loading...
author