Demo 25 November, Isu ‘Rush Money’ Hantui Perekonomian Indonesia

M24.CO|MEDAN

Pengamat Ekonomi Sumut, Gumawan Benjamin  menyanyangkan adanya isu rush money yang berkembang di media sosial. Saya melihat ini bukan agenda ekonomi, tapi lebih tepat jika dikatakan sebagai agenda politik. Seharusnya ekonomi tidak dikait-kaitkan dengan masalah politik. Karena memang hanya ada dua kemungkinan menurut saya kenapa ajakan-ajakan seperti itu dimunculkan.

“Pertama, karena kebodohan oknum tertentu yang tidak menyadari dampak negatif dari ajakan tersebut. Kedua, isu tersebut sengaja dihembuskan untuk memicu terjadinya gejolak ekonomi di masyarakat. Namun, saya lebih meyakini kalau faktor kedua itu yang menjadi alasan utama adanya ajakan gerakan-gerakan seperti itu,” tegasnya.

Dia menjelaskan begini, ajakan rush money itu akan memperburuk kondisi perekonomian nasional. Yang nantinya akan memberikan dampak buruk bagi semua rakyat Indonesia. Kita pernah mengalami rush di tahun 97/98. Saat itu lebih dikarenakan krisis ekonomi yang melanda Indonesia dan sejumlah Negara tetangga. Nah apa yang kita dapat dari rush tersebut?, kalau bukan rusaknya tatanan sosial ekonomi masyarakat. Untuk hidup sekedar mencari nafkah aja kita kesulitan saat itu.

“Saat ini, kondisi perbankan kita masih sangat sehat. Tidak ada tanda-tanda kita tengah menuju krisis. Lha terus apa alasan untuk menarik uang secara massal tersebut?. Saya berharap kemenkominfo, kepolisian ataupun pihak terkait menelusuri siapa yang harus bertanggung jawab terhadap isu seperti ini,” paparnya.

Namun dirinya yakin hal ini tidak akan terjadi. Tidak ada alasan untuk menarik uang pada tanggal 25 November nanti. Karena tatanan ekonomi saat ini masih solid. Masyarakat jangan terpengaruh dengan isu-isu yang menyesatkan seperti itu.

“Saya yakin masyarakat kita sudah sangat terdidik untuk memilah dan mengkonsumsi berita-berita yang benar. Ajakan di media sosial itu tidak semuanya salah. Namun memang akan lebih mudah untuk memasukkan isu-isu apapun melalui media sosial. Jadi kebijaksanaan masyarakat dibutuhkan disini,” ungkapnya.

Dia menambahkan karena tatanan sosial masyarakat yang baik itu akan lebih mudah dibentuk jika tercipta sebuah tatanan yang baik dibidang ekonomi. Untuk membangun tatanan ekonomi yang solid itu butuh kerja keras dan butuh waktu yang lama. Jadi jangan dirusak dengan isu-isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.[winsah]

Loading...
author