Gara-gara Ahok, Anton Medan Ngamuk dan Mau Hantam Tokoh Tionghoa Lieus

images-5

M24.CO|JAKARTA

Dua tokoh Tionghoa, Anton Medan dan Lieus Sungkarisma ribut saat live di Jak TV. Keduanya ribut gara-gara berdebat soal Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Anton Medan berada di pihak Ahok, sedangkan Lieus Sungkarisma menjadi pengkritik Ahok. Keduanya adu mulut hingga Anton Medan nyaris memukul Lieus.

Video keributan dua tokoh Tionghoa tersebut menyebar di media sosial (medsos), grup WhatsApp dan situs berbagi video, youtube.

Dalam video tersebut, Jak TV menghadirkan empat narasumber. Namun, talkshow tersebut hanya didominasi oleh Anton Medan dan Leus Sungkarisma.

“Rakyat yang marah nanti bukan karena kebijaksanaan Ahok. Semua senang kebijaksanaan Ahok, tapi rakyat marah dan benci. Dicatat nih Pak Anton. Pak Anton gak bisa lindungi Ahok karena kalau rakyat marah,” ujar Lieus menunjuk ke arah Anton Medan.

Belum selesai bicara, Anton Medan langsung memotong omongan Lieus. Dengan suara keras, Anton Medan menyuruh Leus agar tidak menunjuknya.

“Kamu boleh ngomong tapi jangan nunjuk kamu. Jangan pakai tunjuk,” hardik Anton Medan dengan suara keras.

“Kenapa?” tanya Lieus memelankan suaranya.

“Diam Lu. Lu tau gua siapa? Lu tadi bilang gua ustadz. Lu minta maaf gak Lu. Kurang ajar Lu,” hardik Anton seraya berdiri sambil menunjuk Leus.

“Kenapa gua minta maaf,” jawab Lieus dengan nada pelan.

Host talkshow Ping Pong Jak TV berusaha menenagkan perseteruan Anton Medan dengan Leus. Ia menyebutkan bahwa jangankan di Kampung Pulo, di acara live TV saja mau ricuh.

“Ini nunjuk-nunjuk sombong amat. Jangankan hukum pidana, hukum rimba bisa gua lakukan sama Lu,” timpal Anton Medan.

Talk show terakit penggusuran pemukiman warga di bantaran Kali Ciliwung, Kampung Pulo, Jakarta Timur pada tahun 2015 itu disiarkan langsung Jak TV.

Video tersebut kembali ramai diperbincangkan pasca Ahok ditetapkan sebagai tersangka kasus penistaan agama. Pasalnya, Anton Medan tetap berada di pihak Ahok, begitu pula dengan Leus Sungkarisma yang tak pernah berhenti mengkritisi Ahok. Bahkan Leus menggagas sebuah gerakan masyarakat yang dinamakan Asal Bukan Ahok (Asbak).(pojoksatu)

Loading...
author