Harga Cabai Merah Tembus Rp74 ribu/Kg

M24.CO|MEDAN
Harga cabai merah kembali melambung di harga Rp72 ribu hingga Rp74 ribu per Kg. Harga cabai merah ini sudah tidak wajar sekali. 100% lebih mahal dari harga idealnya.Demikian dikatakan Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benyamin kepada M24.CO hari ini.
“Kenaikan harga cabai merah harus bisa dihentikan. Pemerintah harus tahu dan turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini. Harga segitu jelas sudah sangat tidak wajar sekali. Cabai ini menjadi salah satu kebutuhan penting masyarakat Sumut,” katanya.
 
“Sejauh ini keluhan yang disampaikan oleh pedagang adalah minimnya pasokan yang ada di pasar. Pemerintah perlu melakukan Sidak untuk memastikan masalah ini. Kita menduga faktor cuaca menjadi salah satu faktor dominan terhambatnya jalur logistik. Disisi lain cuaca juga mengakibatkan sisi produksi mengalami gangguan,” paparnya.
 
Dia menilai ada masalah serius disitu. Jika kita tidak mampu menanggulangi masalah ini maka akan memicu terjadinya inflasi yang tinggi diwilayah Sumut. Daya beli masyarakat kita terkuras saat ini karena cabai terus mengalami kenaikan tanpa ada masa jedanya selama naik dari kisaran 30.000 an hingga saat ini.
 
“Kita harus fokus ke daya beli terlebih dahulu. Jika hitung-hitungan inflasi bisa kita nomor duakan. Karena jika pengambilan sampel inflasi dilakukan disaat harga cabai tengah turun maka realisasinya tidak akan bergitu besar. Namun, masyarakat berhadapan dengan kenaikan harga cabai yang menguras rupiahnya,” ungkapnya.
 
Dia menegaskan jika data sampel inflasi diambil disaat harga cabai tengah turun, padahal sebelumnya mengalami kenaikan yang tinggi.
“Maka uang masyarakat kita sudah terkuras sebelumnya, meskipun realisasi inflasi tidak sebesar yang dikuatirkan. Nah, yang paling dirugikan adalah masyarakat kita sendiri,” tambahnya.
Dia menerangkan harga-harga kebutuhan pangan di Sumut harus bisa dikendalikan. Kita harus melihat langsung di sumber penghasil cabai serta memastikan jalur distribusinya.
“Semua pihak harus turun tangan mengatasi masalah ini. Ketersediaan yang langka pada komoditas cabai ini juga diakibatkan oleh banyaknya cabai Sumut yang harus dijual di luar wilayah Sumut,” tambahnya.(winsah)
Loading...
author