Hari Ini, Dana Keluar di Pasar Saham Sentuh Rp1.7 T

ihsg
M24.CO|MEDAN
Tekanan pada IHSG masih terus berlanjut hingga perdagangan hari ini. Selama sesi perdagangan IHSG diperdgangkan dengan kecenderung mengalami pelemahan. Dari pagi sejak dibuka hingga penutupan perdagangan sore, IHSG diperdagangkan di teritori negative. Demikian dikatakan Pengamat Ekonomi Sumut, Gumawan Benyamin kepada M24.CO hari ini.
 Taransaksi jual bersih asing memicu terjadinya pelemahan pada IHSG. Secara keseluruhan IHSG masih tertekan akibat oleh ekspektasi kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS. Disisi lain, kemenangan Donald Trump diekspektasikan akan memicu terjadinya capital outflows. Karena asset dalam mata uang US Dolar akan lebih menarik dibandingkan asset berbentuk surat berharga lainnya,” katanya.
 
Dia menjelaskan aliran dana keluar di pasar saham pada hari ini saja menyentuh 1.7 Trilyun rupiah. Banyak investor asing yang menjual saham dan membawanya untuk diinvestasikan di pasar saham di AS. Walaupun diperkirakan akan hanya terjadi sementara, namun tekanan pada IHSG ini tentunya memukul kinerja sejumlah lembaga keuangan khususnya di pasar modal.
 
“Kita berharap pemerintah Jokowi mampu mengimbanginya dengan sejumlah gebrakan baru yang bisa menarik minat investor asing masuk ke pasar keuangan Indonesia. Sejauh ini banyak investor yang melirik sejumlah saham-saham di AS, yang dinilai lebih menjanjikan dari sisi keuntungan,” paparnya.
 
Di menegaskan meski demikian ini bukanlah akhir dari pasar saham kita. Tekanan di pasar saham saya pikir akan mereda dalam waktu dekat. Semuanya akan kembali normal. Pemerintah kita juga masih akan berbuat banyak hal untuk menggerakkan sektor rill. Yang nantinya akan memperbaiki kondisi bursa saham.
 
“Jadi tidak ada yang perlu dicemaskan secara berlebihan. Saya melihat pelemahan pada IHSG ini sudah berlebihan. Dengan ekspektasi kinerja perekonomian di tahun 2017 mendatang. Saya optimis apa yang terjadi saat ini justru akan menguntungkan bagi mereka yang akan masuk ke pasar saham,” tegasnya.
 
Dia menambahkan ada banyak emiten yang harganya telah terkoreksi yang layak untuk dibeli. Pada penutupan perdagangan, IHSG ditutup minus 2.22% di level 5.115,739 atau turun sebesar 116.23 poin.
“Sementara itu, Rupiah diperdagangkan menguat di level 13.350 hingga 13.370 dibandingkan penutupan akhir pekanlalu di level 13.380 per US Dolar,” tambahnya.(winsah)
Loading...
author