Kapolda Rycko Bilang tak Boleh Ada Perjudian di Sumut

M24.CO|MEDAN

Selain aktivitas pungutan liar (pungli) menjadi atensi serius dirinya, Kapolda Sumatera Utara, Irjen Rycko Amelza Dahniel mengaku jika segala bentuk aktivitas perjudian juga merupakan atensi dirinya.

Tak tanggung, mantan Gubernur Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) ini pun mengaku tak mengijinkan atau ‘mengharamkan’ adanya satu pun lokasi judi beroperasi di Sumut.

“Tidak boleh ada judi di Sumut. Akan kita tindak dimana pun lokasi judi yang ada di Sumut,” tegas Rycko melalui pesan singkat ponselnya.

Sementara Kapolres Belawan, AKBP Tri Setyadi saat dikonfirmasi akan maraknya lokasi perjudian seperti Kota Bangun, Kec Medan Labuhan dan judi tembak ikan di Jl Platina Raya, Kel Titi Papan, Kec Medan Deli, mengaku akan menindak tegas sesuai perintah Kapoldasu.

“Dalam memberantas penyakit masyarakat (judi), kita juga mengharapkan peran serta masyarakat untuk turut tanggap dan melakukan pencegahan terhadap aktivitas tersebut. Kita juga sudah berulang kali melakukan penindakan,” ungkap Tri.

Senada dengan Tri, Kapolres Binjai, AKBP M Rendra Salipu juga mengaku dirinya sudah menindak aktivitas perjudian Brahrang yang disebut-sebut beromset ratusan juta per hari tersebut.

“Setau saya aktivitas judi Brahrang sudah lama berhenti setelah kita grebek. Namun akan kita tindak tegas kembali jika memang terbukti berani membuka kembali lapak judi tersebut,” tegas Rendra.

Sebelumnya diketahui, aktivitas judi samkwan Kota Bangun yang sempat vakum sekian lamanya kembali mengudara beberapa bulan belakangan. Sama halnya dengan judi tembak ikan yang berada di Jl Platina Raya, Kel Titi Papan, Kec Medan Deli, yang masih terus beroperasi tanpa tersentuh aparat hukum meski sempat didemo beberapa massa yang didominasi kaum wanita.

Begitupun judi samkwan yang berada di Brahrang, Binjai. Las Vegas nya Kota Binjai ini memiliki omset cukup besar perharinya.

Dan kini, tindakan tegas dari para penegak hukum terhadap lokasi judi yang sangat booming di Pulau Andalas ini pun ‘dirindukan’ masyarakat.(rahmad)

Tags:
Loading...
author
Manusia biasa, Murah Senyum dan Ramah. Tapi, Benci Lihat Ketidak Adilan.