Kendalikan Inflasi, BI & TPID Tanam Bawang di Karo

BAWANGM24.CO|KARO
Dalam rangka program pengendalian inflasi di Sumatera Utara, maka Bank Indonesia, TPID, Pemerintahan Provsu juga Dinas Pertanian Sumut sebelumnya sudah lakukan penanaman bawang merah di Kabupaten Karo.

Untuk penanaman bawang merah BI sudah lakukan uji adaptasi dan pelatihan salah satunya di desa Batu Karang, Kecamatan Payung Kabupaten Karo.

Deputi Kepala Perwakilan BI Sumut, Harries Meirizal mengatakan, selain penanaman bawang merah dan juga bawang putih di desa Batu Karang juga dijadikan sebagai rumah bawang. Agar dapat disimpan dalam jangka panjang.

“Desa Batu Karang ini cocok untuk penanaman bawang, sehingga dapat dijadikan sebagai rumah bawang, bahkan sangat cocok untuk pembibitan, kalau bawang merah kita kan tau masa tanamnya dua bulan, dan bawang putih tiga sampai empat bulan,”katanya Jumat (30/9).

Dilanjutkannya, Desa Batu Karang memang perlu untuk tempat penambungan bawang agar bertahan lama dan menjaga kualitas bawang tersebut. Bahkan, rumah bawang dilengkapi dengan ozon, untuk menjaga memperlambat dan ketuaan bawang. Dan untuk kapasitas rumah bawang sekitar 15 hingga 20 ton.

“Kita ingin Tanah Karo ini dijadikan sentra bawang, kita sudah tau bahwa daerah ini sangat cocok dalam hal penanaman pangan,”ujarnya.

Dikatakannya, untuk daerah lain Bank Indonesia juga akan melirik tanaman yang cocok dalam bidang pangan. Sebab, selama ini salah satu penyumbang inflasi di Sumut adalah dari pangan. Sementara untuk bawang putih ada anggapan bahwa di Tanah karo susah hidup, tapi ternyata dilakukan penelitian bawang putih dapat hidup dan bahkan hingga panen.

“Untuk bawang putih di Sumut skala kebutuhannya hanya 10 persen, selebihnya impor, sebab ada imej bawang putih didaerah ini tidak bisa ditanam, dan saat ini kita mencoba menanam bawang putih dan hasilnya sudah kita panen dan anggapan itu kita patahkan,”pungkasnya. (nis)

Loading...
author