Lagi-lagi, Trumph Picu Keterpurukan Pasar Keuangan Dunia

M24.CO|MEDAN
Tidak butuh lama bagi pasar untuk kembali merespon negatif rencana presiden AS yang baru Donald Trump yang tertuang dalam program kerjanya. Presiden As yang baru terpilih saat ini langsung mencuatkan keinginannya agar Bank Sentral AS (The FED) segera menaikkan suku bunga acuannya. Demikian dikatakan Pengamat Ekonomi Sumut, Gumawan Benyamin kepada M24.CO hari ini.
 
Dia menjelaskan karena kalau tidak, Janet Yellen yang menjadi Gubernur Bank Sentral AS saat ini akan diganti. Dan calon penggantinya akan dihadirkan dari partai Republik. Sontak, dengan rencana tersebut, mata uang US Dolar menguat tajam pada perdagangan hari ini. Rupiah bahkan sempat terpuruk hingga ke level 13.800 per US Dolarnya.
 
“Tidak hanya Rupiah, IHSG pun terpuruk menyusul rencana kebijakan Donald Trump tersebut. IHSG anjlok 3% lebih selama sesi perdagangan berlangsung. Melemahnya IHSG ini jauh lebih buruk dibandingkan pelemahan sebelumnya saat Donald Trump dinyatakan menang dalam Pilpre AS,” katanya.
 
Dia menjelaskan rencana menaikkan suku bunga acuan yang disuarakan oleh Donald Trump menjadi sinyalemen kuat bahwa besar kemungkinan The FED akan menaikkan suku bunganya dalam waktu dekat.
“Setidaknya hingga saat nanti Donald Trump benar-benar berkantor di gedung putih,” ungkapnya.
 
Dirinya menilai kebijakan ini terlalu dini. Karena kenaikan suku bunga acuan membutuhkan konfirmasi dari data-data perekonomian AS. Sayangnya, pasar menilai bahwa Donald Trump memiliki fokus yang dinilai besar kemungkinan rencana kebijakannya akan benar-benar terealisasi.
 
 Dia menambahkan pada sesi penutupan perdagangan, IHSG ditutup anjlok 4% di level 5,231,97. Sementara itu Rupiah ditutup terpuruk di level 13.250 – 13.290 per US Dolarnya. Terkait dengan pelemahan Rupiah saya pikir BI pada hari ini tidak tinggal diam.
“Meskipun saya tidak mendapatkan informasi secara terperinci apakah BI mengintervensi Rupiah pada hari ini atau tidak,” tambahnya.(winsah
Loading...
author