Lihat Pak Bupati ! Anak-anak Korban Banjir Hutagurgur Terancam Putus Sekolah

tapteng
M24.CO| TAPTENG

Bukan hanya meluluhlantakkan pemukiman warga dan merusak infrastruktur jalan, banjir bandang yang melanda Desa Hutagurgur, berimbas kepada warga. Pasalnya, para anak-anak terancam tidak dapat melanjutkan pendidikannya.

Sebagaimana diketahui, 6 unit rumah beserta isinya, hanyut terseret banjir, termasuk pakaian sekolah dan perlengkapan sekolah anak – anak korban. Akibatnya, pasca banjir memasuki hari ke 4, Rabu (30/11/2016), puluhan anak – anak korban tidak bersekolah. Mereka hanya terlihat bermain – main di sekitar posko penanggulangan bencana, yang disiapkan pihak Pemkab Tapteng.

Usut punya usut, anak anak usia sekolah yang mengenyam pendidikan di tingkat SD dan SMP ini tidak pergi ke sekolah, karena tidak lagi memiliki pakaian dan perlengkapan sekolah, seperti pakaian, buku dan sepatu.

“Takut, karena ngak memiliki baju seragam, sepatu dan buku. Semuanya sudah hanyut,” kata Mario Ricardo Laoli (12), seorang anak korban banjir dengan sedih.

Siswa kelas 5 sekolah dasar ini mengatakan, sejak banjir bandang menghantam, ia bersama dengan beberapa teman lainnya tidak pernah lagi berangkat ke sekolah. Setiap hari mereka hanya menghabiskan waktu  bermain dan bercanda gurau.

Ma’ato Mendrofa (50), Kepala Keluarga salah satu korban banjir membenarkan permasalahan yang terjadi. Dikatakannya,  hingga saat ini para korban belum mampu membeli perlengkapan sekolah buat anak – anak.

“Mau gimana lagi. Kita masih trauma dan belum bisa bekerja untuk mencari uang. Untuk kebutuhan sehari – hari saja kita masih bergantung dengan batuan yang ada,” keluh Ma’ato.

Terpisah, Leombowo selaku Kepala Desa Hutagurgur menyampaikan, hingga saat ini bantuan yang telah diterima para korban bencana, masih sebatas pemenuhan kebutuhan sehari – hari. Beberapa dinas dan instansi maupun kelompok masyarakat, saluran bantuan masih berupa sembako dan pelayanan kesehatan.

“Sudah, sudah banyak yang menyalurkan bantuan seperti, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, BPBD, Pemerintah Kecamatan, polisi dan kelompok masyarakat. Namun kesemuanya masih sebatas pemenuhan kebutuhan pokok sehari hari,” jelas Leombowo.

Disampaikannya, hingga saat ini pihaknya masih terus mencari jalan keluar, agar anak – anak korban banjir dapat kembali bersekolah sebagaimana biasanya.

“Masih terus kita upayakan. Kepada Bupati Tapteng hal ini juga telah kita sampaikan. Mudah – mudahan dalam waktu dekat anak – anak akan kembali masuk sekolah,” tukasnya(Andreas)

Loading...
author