Ngerilah ! Satpam Menghadang dan Melarang Wartawan Meliput di SMKN Binaan

Ilustrasi

MEDAN|Ratusan siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Binaan Provinsi Sumatera Utara harus dilarikan ke sejumlah Rumah Sakit di Kota Medan, pasalnya siswa-siswa ini keracunan makanan usai menyantap makan malam di asrama sekolah yang berada di Jalan Karya Dalam, Selasa (7/1) kemarin malam.

Dari informasi diperoleh, di RS Sufina Azis ada 41 siswa yang dirawat. Rata-rata mengeluh mual dan muntah-muntah. Untuk mengembalikan kondisi tubuh siswa yang keracunan, pihak rumah sakit memberikan infus kepada para siswa. Mereka juga diberikan asupan gizi berupa bubur kacang hijau. Dan berdasarkan keterangan kepolisian saat ini pihaknya tengah mengumpulkan sisa-sisa makanan untuk diperiksa, dan mengecek suplier makanan tersebut.

Dari hasil pemeriksaan sementara, jumlah siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Binaan Provinsi Sumatera Utara yang keracunan ada 100 orang lebih. Para siswa yang keracunan dirawat di tiga rumah sakit berbeda. Pertama di RS Sufina Azis, kemudian di RS Putri Hijau, dan di RS Imelda Medan.

Ketika sejumlah wartawan mencoba mengkonfirmasi ke sekolah di mana sekuriti SMKN Binaan melarang para jurnalis untuk bertemu dengan pihak sekolah. Alasannya, penanggungjawab sekolah tidak ada.

“Enggak ada siapa-siapa di dalam. Pimpinan lagi keluar menjumpai orang pusat,” kata sekuriti bernama Zulkifli, Rabu (8/2/2017).

Mendengar alasan itu, awak media menjelaskan bahwa konfirmasi guna perimbangan berita. Lagi-lagi, Zulkifli melarang awak media menemui pihak sekolah.

“Enggak bisa, enggak ada siapa-siapa lagi di dalam. Udah pergi semua,” katanya. Tribun sempat bertanya orang pusat mana yang ditemui pimpinan sekolah.

Dengan gugup, Zulkifli beralasan orang pusat adalah atasan pimpinan sekolah. Dan tak satupun dari guru yang bisa memberikan keterangan. “Udah gak bisa, udah enggak ada orang lagi,” katanya sembari mengadang sepeda motor rekan-rekan jurnalis.

Dari pantauan, di sekolah itu masih ada aktivitas. Bahkan, beberapa guru tampak hilir mudik di dalam sekolah. Diduga kuat, pihak sekolah berupaya menyembunyikan kasus keracunan ini. Sebab, saat di rumah sakit pun, para guru saling memberi kode untuk tidak banyak bicara.

Loading...
author