Pasar Tidak Perlu Takut dengan Aksi Demo 212

Gumawan-benyaminM24.CO|MEDAN
Ada yang cukup menggembirakan datang dari pasar keuangan kita. Jika sebelumnya indeks bursa saham tertekan saat ini tekanannya mulai mereda. Tekanan muncul baik dikarenakan oleh sentimen eksternal dan kekuatiran menjelang menjelang aksi super damai pada tanggal 2 Desember mendatang.

“Sekali lagi saya menilai kekuatiran akan aksi damai akan berujung seperti aksi damai 4/11 tidak perlu ditakutkan terlalu berlebihan,” Demikian dikatakan Pengamat Ekonomi Sumut, Gumawan Benjamin kepada M24.CO hari ini.

 
“Saya melihat ada beberapa faktor pemicu membaiknya kinerja indeks bursa saham kita dalam dua hari terakhir. Pertama, secara teknikal tekanan yang terjadi pada indeks bursa saham kita membuat IHSG justru dinilai murah dan memicu terjadinya technical rebound,” katanya.
 
Dia menjelaskan kedua, mata uang Rupiah masih menunjukan tren yang stabil meskipun sejauh ini  masih bertahan murah dikisaran harga 13.500-an per US Dolar. Ketiga, angin segar datang dari kesepakatan antara pemerintah (kepolisian) dengan ormas maupun masyarakat yang akan melakukan aksi damai pada tanggal 2 desember mendatang.
 
“Kesepakatan masing-masing pihak yang berkomitmen bahwa aksi damai ini akan berjalan sesuai dengan kesepakatan bersama menjadi daya tarik bagi pelaku pasar untuk masuk ke pasar saham. Sehingga secara akumulasi tidak ada sentiment yang perlu dikuatirkan terlalu berlebihan khususnya dari sisi internal,” paparnya.
 
Dia menerangkan akan tetapi berbeda di sisi eskternalnya. Kemenangan Trump masih memberikan baying-bayang hitam bagi pasar keuangan kita khususnya obligasi. Tekanan di pasar obligasi masih berlanjut yang mengerek tingkat imbal hasil surat utang mengalami kenaikan. Ini tentunya menjadi tanda bahwa investor belum sepenuhnya nyaman dengan pasar keuangan kita, karena mereka memiliki ekspektasi yang lebih baik pada instrument dalam US Dolar.
 
“Akan tetapi saya percaya tekanan ini akan berlalu nantinya. Memang asing masih membukukan transaksi jual bersih dalam beberapa hari terakhir. Walau demikian arus dana keluar tersebut bukan sepenuhnya menggambarkan bahwa investor benar-benar akan meninggalkan Indonesia,” ungkapnya.

Dia menambahkan secara fundamental ekonomi kita masih cukup baik. Ada porsi belanja yang besar dalam pembangunan infrastruktur. Masalah euphoria penguatan US Dolar diperkirakan hanya akan berlangsung sementara. Tidak dalam jangka panjang. Karena investor benar-benar logis dalam melihat peluang investasi yang menguntungkan.

“Dan pasar keuangan kita masih sangat menjanjikan. Jadi tidak ada yang perlu ditakutkan. Pada hari ini IHSG ditutup naik 0.24% di level 5.148,91,” tambahnya.[winsah]

Loading...
author