Pendukung Hulman dan Warga Anti Money Politic Terlibat Adu Mulut

perang-batu-di-kubu-hulmanM24.CO | SIANTAR
Peristiwa anarkis saling lempar batu terjadi di Jalan Mual Nauli Simpang Jalan Pdt.Justin Sihombing, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantar, Selasa (15/11/2016) sekitar pukul 09.30 Wib.

Kejadian menakutkan ini tak jauh dari kediaman calon Walikota Pematangsiantar Hulman Sitorus SE. Aksi tidak sempat merebak setelah puluhan petugas kepolisian dari Polres dan Kodim turun melakukan pengamanan ke lokasi.

“Hujan Batu” terjadi tak jauh dari beberapa Sekolah Dasar (SD) yang saat itu masih jam belajar. Khawatir terjadi hal-hal tak diinginkan, pihak sekolah langsung mempercepat murid-murid untuk pulang.

Pantauan di lapangan, peristiswa mencemaskan ini terjadi dari adanya “barisan” warga yang menyatakan diri anti money politic Pilkada Siantar. Warga yang berada di Jalan Mual Nauli tersebut menanyakan setiap warga yang datang. Dan kepada yang menyatakan ingin ke rumah Hulman langsung ditanyai untuk apa, dan ternyata beberapa diantara yang ditanyai mengatakan urusan C6 namun tidak dijelaskan ada apa dengan C6 tersebut.

“Hati-hati kalian, sudah ada yang ditangkapi kalau menerima uang dalam Pilkada ini,” demikian kalimat dari warga yang mengaku peduli Pilkada dan anti money politic itu mengatakan.
Ternyata penjelasan ini membuat yang berniat datang ke kediaman Hulman jadi takut melanjutkan perjalanannya. Hingga banyak yang pulang di tengah jalan.

Tak berapa lama, sekelompok massa berdatangan dari arah dalam Jalan Mual Nauli. Mereka mendatangi tempat sekelompok warga yang mengaku anti money politic tadi. Seketika terjadi pelemparan batu dengan bertubi-tubi ke arah kelompok warga anti money politic itu.

Suasana berubah panas, dan warga sekitar ikut berhamburan. Murid-murid SD yang sekolahnya hanya berjarak tak lebih 10 meter dari lokasi keributan, terlihat ketakutan. Kemudian guru-guru dengan sigap menutup pintu gerbang sekolah untuk mencegah hal-hal tak diinginkan, hingga akhirnya situasi dapat dikendalikan setelah puluhan personil kepolisian dan Kodim setempat turun ke lokasi.

Hingga hari ini, kawasan Jalan Pdt.Justin Sihombing dan Jalan Mual Nauli masih di bawah pengamanan petugas kepolisian dan TNI. Ratusan massa juga terlihat masih bertahan di lokasi.
Seorang pemuda yang mengaku Pengurus Partai Golkar Siantar kepada wartawan mengatakan, kericuhan ini diduga dari adanya dugaan akan terjadi kecurangan dalam Pilkada Siantar. Ini katanya ditandai dari adanya gerakan sekelompok orang yang mengumpulkan Formulir C6 untuk digiring memenangkan petahana.

Tidak hanya itu, kejadian semakin memanas setelah kelompok yang mengaku anti money politik itu mempertanyakan kehadiran sejumlah warga yang bukan penduduk Siantar membawa rombongan menuju ke diaman Hulman Sitorus.

“Waktu kita tanya apa keperluannya, warga itu tak mampu menjawab malah seperti orang ketakutan dan lari. Kita juga sudah meminta agar aparat mengamankannya, tapi sudah lari,” ujarnya.

Pantauan di lapangan, menjelang hari H Pilkada Siantar aroma money politic semakin “menguap”. Bahkan Panwaslih Siantar Utara, Senin (14/11/2016) siang telah mengamankan seorang warga bernama R.Nainggolan karena mengumpulkan Formulir C6 yang pengakuannya untuk diserahkan kepada pasangan calon Hulman-Hefriansay. R.Nainggolan mengaku, yang menyuruhnya bernama Selamat yang sudah pernah jumpa di Center Hulman.

Demikian juga seorang pria paruh baya, inisial Pjg penduduk Jalan Nagur Kecamatan Siantar Utara dicurigai ikut mengumpulkan Formulir C6 dari warga pemilih. Rumah pria ini yang dijadikan sebagai warung disebut tempat mengantarkan formulir yang diminta, bahkan di rumahnya itu terpampang spanduk besar bertuliskan Hulman Sitorus.

Tapi ketika warga pemilik Formulir C6 boru Siregar ingin meminta agar formulirnya dikembalikan karena takut kalau tertangkap akan masuk penjara, lelaki bernama Pjg itu membantah dengan mengatakan tidak ada menerima formulir itu.

Tak berapa lama saat yang menyerahkan akan dipanggil untuk dipertemukan dengan Pjg, mendadak Pjg permisi dengan alasan mau mengambil formulir, tapi hingga ditunggu-tunggu beberapa jam dia tak datang lagi.(maris)

Loading...
author
Not Cool, Not Handsome, Not Rich, Not Famous too... Just the Sinner's wanna try to be nice MAN