sun-plaza
M24.CO|MEDAN

Sun Plaza merupakan pusat perbelanjaan menengah ke atas di kawasan komersial strategis kota Medan. Selesai dibangun mulai sejak pada tanggal 1 Januari 2003, pusat perbelanjaan ini berupa bangunan 6 lantai termasuk Lower Ground dan Ground Floor yang dirancang dengan konsep mall keluarga.

Bangunan ini memiliki sekitar 6 lantai yang menjual aneka kebutuhan masyarakat. Usut punya usut ternyata mall yang banyak dikunjungi orang ini berhantu.

sunplaza01Hal ini terjadi sejak ada peristiwa bunuh diri di tahun 2006 silam. Seorang wanita nekat terjun dari lantai 4 dan akhirnya meninggal dunia di tempat. Selain itu pada tahun 2014 silam juga ada satpam yang tewas ditikam di dalam kamar mandi. Hal ini menambah sederetan cerita kelam di mall ini.

Saat malam hari banyak pengunjung atau pun satpam yang merasa diikuti seseorang. Selain itu juga sering terdengar suara-suara aneh seperti orang kesakitan. Warga sekitar meyakini jika hantu yang sering mengganggu itu berasal dari korban bunuh diri. Ia bernama Rita Wongso yang rela terjun karena merasa depresi dengan nasib keluarganya.

Selain itu, Peristiwa ambruknya material bangunan di proyek pengerjaan pembobokan lantai untuk escalator yang menghubungkan lantai 4 dengan lantai 5 dari proyek renovasi PT Puspa Graha Utama (PGU) selaku pihak kontraktor di Mall Sun Plaza, Menurut Asisten Markom Manager, Elphiera Christi melalui Bidang Operasional Sun Plaza, Melvin menyatakan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.

Walaupun pihak Sun Plaza menyangkal ada korban jiwa ataupun luka-luka dalam kajadian itu ternyata dibalik itu semua ada kisah mistis yang tersimpan.

“Pasca kejadian memang agak aneh auranya bang. Jualan saya mendadak sepi padahal biasanya ramai. Perasaan saya juga tak enak bang. Saya juga tak tahu bang kok bisa selamat dari kejadian maut itu. Bongkahan batunya jatuh tepat beberapa meter di sebelah ku bang. Untung percikan batunya tak sempat melukai tubuhku karena tertutupi sama stand jualanku ini,” ujar wanita penjual acsesoris di lantai 3 yang enggan menyebutkan namanya.

Tak berhenti sampai di situ, wartawan terus menelusuri kisah mistis yang terdapat di gedung Sun Plaza tersebut. Ternyata beberapa tahun silam ada seorang wanita bunuh diri di pusat perbelanjaan yang tergolong megah di Kota Medan ini. Seperti halnya dikatakan Sarwo salah seorang warga, mantan petugas keamanan di Sun Plaza.

“Dulu seingat saya ada pengunjung yang nekat bunuh diri di Sun Plaza itu bang. Kalau tidak salah nama lengkap korban itu, Rita Wongso (32). Dia nekat terjun bebas dari lantai IV. Insiden itu terjadi pada tanggal 24 Juli Tahun 2006 lalu. Rita, tewas di tempat. Tubuhnya mendarat di lower ground, di dekat pintu masuk utama. Informasinya Rita nekat melompat karena depresi masalah keluarga. Semenjak kejadian itu, gedung Sun Plaza menjadi penuh mistik,” kata Sarwo kepada wartawan.

Lebih lanjut dikatakan, beberapa minggu pasca kejadian itu sering terdengar suara-suara aneh ketika menjelang malam. “Kalau aku dulu shift malam banyak lah kejadian-kejadian seram. Asal aku lewat loby mau menuju parkir kendaraan seperti ada yang mengikuti aku gitu. Seram kali lah pokoknya. Kayaknya arwah si Rita itu gentayangan di situ,” tutup pria berkepala pelontos ini.

ilustrasi_bunuh-diri_20160111_121304Lalu, Seorang laki-laki bernama, Edoardo Servasius Napitupulu (26) Alumni Mahasiswa USU diduga melakukan tindakan bunuh diri di mal Sun Plaza Medan. Hal ini diketahui setelah terdapat informasi kalau terdapat seorang yang melompat dari atas mal tersebut.

Dia ditemukan tewas dalam posisi telungkup di lantai dasar LG. Menurut dugaan dirinya jatuh dan terhempas dari lantai tiga basement parkir, Malam Minggu (7/2) jam 18.00 wib.

Kepala belakang mengalami pendarahan yang cukup banyak. Kuat dugaan kepala belakang korban pecah akibat benturan yang cukup keras ke lantai dasar gedung LG Sun Plaza.

Seorang warga bernama Hendra yang berada di lokasi kejadian mengaku, saat ditemukan kondisi jenazah sangat memprihatinkan, terdapat luka parah di bagian kepala.

“Kaget kami pas lihat kondisinya,” ucap Hendra di lokasi kejadian.

Sementara itu, Uwak Sudarman Ahli Metafisika dari Buluh Cina mengatakan, biasanya kalau sudah gedung yang tinggi apalagi bertingkat sampai 6 lantai, biasanya sebelum peletakan pondasi pertama, piha kepala proyek sudah memberikan sesajen kepada penunggu lahan tersebut. Hal itu dilakukan agar pada saat pengerjaannya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Pemberian sesajen itu sendiri bisa dilakukan dengan memotong ayam putih, atau kambing dan lembu. Darahnya di buang ke dalam lubang pendirian besi pondasi pertama. Percaya tidak percaya apabila hal itu tidak dilakukan maka bala akan terjadi terhadap gedung itu,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, apabila di dalam suatu gedung telah terjadi peristiwa bunuh diri maka arwah korban akan terus gentayangan. “Seperti yang kita ketahui sekitar 9 tahun lalu ada cewek bunuh diri. Seharusnya setelah korban itu jatuh dan tewas di tempat pihak management langsung memberikan sesajen agar arwah tidak gentayangan. Namun karena pemikiran masyarakat sekarang sudah modern hanya sedikit yang percaya dengan hal begituan,” tutupnya.[winsa]

Loading...