SIBOLGA|Gas Elpiji 3 kilogram (Kg) kembali langka di Kota Sibolga. Kelangkaan gas tabung melon ini telah berlangsung sejak minggu ke dua Januari 2017.

“Kira-kira seminggulah setelah memasuki tahun ini (2017), susah kali mencari gas 3 kilogram ini,” sebut Tumpal, warga Kecamatan Sibolga Utara, saat ditemui di salah satu pangkalan Gas Elpiji 3 kg di jalan DI Panjaitan Sibolga, Senin (30/1/2017).

Tumpal juga mengaku, tidak mengetahui alasan pasti terkait langkanya gas elpiji bersubsidi tersebut. “Tak tahu aku apa penyebabnya, yang kutahu susah kali mencarinya sekarang,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Pemerhati Ekonomi Tapteng, Sudarno Simanjuntak mensinyalir, langkanya gas elpiji 3 kg itu akibat terjadinya pengalihan sasaran.

“Seharusnya gas itu (elpiji 3 kg), peruntukannya bagi warga kurang mampu atau keluarga ekonomi lemah, tapi nyatanya penggunanya pengusaha restoran kelas menengah ke atas,” ucap Sudarno.

Sudarno juga menilai, kondisi kelangkaan yang terjadi saat ini dipicu oleh sejumlah faktor. “Faktornya banyak, seperti pengawasan yang kurang dari stakeholder terkait, tapi bisa saja ada permainan. Kok yang memakai gas bersubsidi jadi pengusaha restoran kelas menengah ke atas, ada apa ini,” jelas Sudarno.

Ditambahkannya, selain menyulitkan warga, langkanya gas elpiji 3 kg juga memicu tingginya harga eceran gas bersubsidi ini di pasaran. “Sekarang saja harganya sudah diatas HET, antara Rp 25 ribu sampai Rp 29 ribu pertabung,” tutupnya.

Loading...