Trumph Bikin Arab Berpeluang Merugi

M24.CO|MEDAN
Donald Trumph sudah terpilih menjadi Presiden AS. Kemenangan Donald Trumph tidak begitu disambut baik pelaku pasar. Indikator sejumlah indeks bursa dunia banyak yang mengalami koreksi besar pada perdagangan hari ini.Demikian dikatakan Pengamat Ekonomi Sumut, Gumawan Benyamin kepada M24.CO  hari ini.
“Kemenangan Donald Trumph tersebut juga memberikan tekanan pada sejumlah harga komoditas lainnya termasuk harga minyak mentah dunia,” katanya.
 
Dia menjelaskan harga minyak langsung merespon negatif kemenangan trumph tersebut. Alasannya banyak investor di AS meragukan kebijakan trumph dalam jangka pendek justru memicu mereka untuk melakukan semacam peralihan investasi.
“Alhasil emas yang akan diuntungkan, sementara minyak dunia akan ditinggalkan,” tegasnya.
 
Dia menegaskan investor menganggap kemenangan Trumph justru mencuatkan tingginya resiko pemerintahan di AS. Karena Trumph sebelumnya dinilai sebagai sosok yang rasis dan cenderung melontarkan pernyataan-pernyataan yang mengundang kontroversial. Hal inilah yang membuat pasar belum menaruh kepercayaan penuh terhaap Trumph.
 
“Bagi Indonesia, kemenangan Trumph justru bisa memberikan benefit tersendiri. Trumph berencana memangkas pajak, yang artinya perekonomian akan mampu digenjot lebih baik lagi. Stagnasi yang dialami AS belakangan mungkin saja akan teratasi seandainya Trumph turun tangan,” paparnya.
 
Dia mengungkapkan jika pertumbuhan ekonomi AS atau inflasi di AS mulai menunjukan adanya geliat untuk naik. Besar kemungkinan kepemimpinan Trumph akan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional. Walaupun saya melihatnya ini nanti dalam jangka menengah panjang.
 
“Kerugian yang dialami Indonesia saat ini masih pada IHSG saja. Belum merembet ke masalah lainnya. Sementara itu, jika mengacu kepada kemampuan perekonomian nasional memitigasi kemungkinan buruk karena terpilihnya trumph. Saya pikir tidak ada yang perlu dikuatirkan terlalu berlebihan,” terangnya.
 
Namun, kemenangan Trumph saat ini justru akan memberikan dampak buruk bagi sejumlah Negara di timur tengah. Harga minyak mentah berpeluang turun lagi dari kisaran posisi saat ini $44 per barel. Jika harga minyak dunia turun, beberapa Negara yang secara tegas menolak pembatasan output akan terus memacu produksinya.
 
“Seperti yang kita ketahui, sejumlah Negara arab akhir-akhir ini memiliki masalah anggaran yang terbatas dikarenakan penurunan harga minyak mentah dunia,” jelasnya
 
Jika mengacu kepada sejumlah pernyataan Trumph yang anti akan Iran. Kemenangan Trumph jelas berpeluang menjadi beban bagi Iranitu sendiri. Walau demikian, saya tetap berkeyakinan bahwa dengan sejumlah kebijakan Trumph yang memangkas pajak dan berpeluang menambah hutang, nantinya akan memutar roda perekonomian di AS.
“Yang akan berujung pada peningkatan permintaan minyak itu sendiri. Kita lihat nanti apa yang akan dilakukan oleh Trumph dalam waktu dekat. Selanjutnya akan kita buat hitung-hitungan terkait dengan program kerjanya tersebut dan pengaruhnya kepada perekonomian nasional,” tambahya.(winsah)
Loading...
author