Cegah DBD, Dinas Kesehatan Foging 1.279 di Kota Medan

180

M24.CO|MEDAN
Dinas Kesehetan Kota Medan sudah lakukan 1.279 foging selama periode Januari-September 2016. Hal itu dilakukan paska tingginya laporan pada periode tersebut.

Kasus DBD yang tertinggi ada di Kecamatan Medan Tuntungan 137 kasus, Medan Johor 126 kasus, Medan Sunggal 91 kasus, Medan Denai 77 kasus, Medan Tembung 76 kasus, Medan Selayang 75 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Medan drg Usma Polita Nasution melaui Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan, Masrita Lumbantobing SKM MKes mengatakan mewabahnya DBD disebabkan prilaku masyarakat yang hidup kurang bersih.

“Perilaku hidup tidak sehat masyarakat seperti membuang sampah sembarangan sehingga menjadi wadah tampungan air dan sarang nyamuk Aedes Aegypti,” kata Masrita di ruang kerjanya, Senin (31/10).

Larva Aedes Aegypti menjadi nyamuk hanya dalam waktu 4-5 hari. Makanya tidak disarankan melakukan fogging untuk memberantas nyamuk Aedes Aegypti, karena selain tidak akan memberantas nyamuk, juga bisa menyebabkan nyamuk kebal.

Penanganan wabah DBD, Dinkes Medan membuat Protap turun ke rumah korban DBD setelah mendapatkan laporan dari warga melalui hasil laboratorium darahnya. Kemudian melakukan fogging mulai dari rumah korban dan radius 100 meter seputaran rumah korban.

Ketika ditanyakan bagaimana maksudnya radius 100 meter, Masrita menyebutkan, 100 meter ke depan, 100 meter ke belakang, 100 meter kiri dan 100 meter kanan rumah korban.

Pihaknya menyarankan kepada masyarakat agar kembali menggiatkan gotong royong untuk Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3 M yaitu Menguras, Menutup dan Mengubur barang-barang yang bisa menjadi sarang nyamuk Aedes Aegypti.

“Kalau diketahui ada korban DBD, segera melapor ke Kepling setempat agar diteruskan ke Puskesmas untuk dilakukan penanganan,” ujarnya mengakhiri. (van)

Loading...