Lihatlah Pak Bupati ! Ada Balita Gizi Buruk di Galang

70

ASWAR-DELISERDANG|Seorang balita diduga mengidap gizi buruk kembali ditemukan di kabupaten Deli serdang. Melihat kondisi tersebut ketua DPRD Deliserdang Ricky Prandana Nasution membawa ke rumah sakit.

Informasi yang dihimpun kali ini kasus dugaan gizi buruk menimpa fati (21 bulan ) anak laki-laki ketiga dari tiga bersaudara pasangan suhadi dan boinem yang merupakan warga Desa Paya Itik Kecamatan Galang. Fatih hanya bisa berbaring dengan kondisi tubuh memprihatinkan ,bahkan ironisnya balita yang diduga gizi buruk ini belum sedikitpun mendapat perhatian dari pemerintah setempat.

Fatih balita laki-laki berusia dua puluh satu bulan ini yang diduga mengidap gizi buruk ditemukan oleh ketua DPRD Kabupaten Deliserdang Ricky Prandana Nasution bersama warga, di rumah gubuk milik orangtuanya yang berada di Dusun III Desa Paya Itik Kecamatan Galang Kabupaten Deliserdang.

kondisi fati aungguh sangat memprihatinkan selain hanya bisa terbaring di kasur saja seluruh kulit tubuh balita laki-laki inipun hampir seluruhnya melepuh seperti kena bakar dan kondisi ini sudah terjadi sejak bulan nopember 2016 lalu saat fati mengidap panas tinggi.

Sementara itu orang tua fati suhadi dan boinem hanya bisa pasrah merawat fati dengan apa adanya dikarena minimnya biaya hidup apalagi untuk berobat sebab hingga saat ini mereka belum terdaftar sebagai pasien BPJS dan juga pasien Jaminan Kesehatan Daerah Kabupaten Deliserdang.

Pantauan M24.CO , kondisi fati seperti ini sudah berlangsung sejak akhir tahun 2016 lalu dan awalnya fati mengidap panas tinggi dan kulit tubuhnya melepuh seperti terbakar terjadi sejak satu bulan terakhir ini bahkan tubuh fati mengurus dan karena ketiadaan biaya yang akhirnya fati dirawat di rumah saja dengan kondisi apa adanya.

Sementara menurut Ketua DPRD Deli serdang Ricky Prandana Nasution mengatakan beginilah kondisi warga miskin di Deliserdang, karena ketidakmampuan untuk berobat. Makanya mereka jadi takut untuk mengobati anaknya bahkan kedua orang tua Fati tidak memiliki kartu BPJS dan juga Jamkesda.

“Padahal warga miskin seperti ini harus dapat BPJS gratis dari pemerintah, bahkan juga jamkesda yang gratis juga tidak dapat akibat kurangnya sosialisasi dari pemerintah setempat,” jelasnya.

Loading...