Penderita Sering Tidak Tahu Kalau Dirinya Mengidap Diabetes

196
DIABETS
DIABETS
DIABETS
DIABETS

M24.CO|MEDAN
Berdasarkan prevalensi, 5 sampai 6 persen masyarakat Sumatera Utara mengalami penyakit Diabetes Mellitus (DM). Artinya, dari 100 orang ada 5 atau 6 orang yang mengalami penyakit tersebut.

“Hampir 50 persen penderita diabetes tidak tahu dia terkena diabetes, apalagi dengan kondisi sekarang yang banyak makanan mengandung gula,” kata dr Aron Pase SpPD.

Dikatakannya, bahkan di dunia, tiap 7 detik, diperkirakan 1 orang meninggal karena penyakit yang dikenal sebagai penyakit gula atau kencing manis itu. “Tingkat kematiannya juga tinggi, di Indonesia penyakit gula penyebab kematian nomor 3 dan Indonesia menduduki peringkat 7 tertinggi di dunia untuk kasus diabetes,” ungkapnya.

Dr Aron yang merupakan pengurus Persatuan diabetes Indonesia (Persadia) menerangkan gejala diabetes, yaitu mudah haus dan lapar, sering kencing, berat badan menurun tanpa sebab yang jelas, cepat lelah dan mengantuk, mudah terkena infeksi, luka sulit sembuh. Juga sering kesemutan terutama di kaki, sering timbul bisul, penglihatan kabur, infeksi jamur dan gatal terutama di sekitar kemaluan.

Menurutnya, diabetes tidak pandang usia, baik muda maupun orang dewasa bisa mengalami penyakit ini. Faktor penyebab diabetes melitus yaitu keturunan, stress, gaya hidup, pola makan tidak teratur dan jarang atau kurang berolahraga. Sedangkan untuk mencegah penyakit tersebut diantaranya berhenti merokok, hindari terlalu sering mengkonsumsi minuman yang manis, atur porsi makan dan olahraga teratur.

“Diabetes melitus disebabkan karena tubuh kekurangan insulin atau jumlah insulinnya cukup, namun tidak mampu bekerja dengan baik. Insulin berfungsi untuk menurunkan kadar gula dalam darah, yang bekerja dengan cara merangsang sel-sel tubuh agar menyerap gula dan meningkatkan jumlah gula yang disimpan dalam hati,” ujarnya.

Karena itu, disarankannya, untuk melakukan pemeriksaan gula darah secara mandiri merupakan usaha yang terpenting dalam pengendalian diabetes. Untuk mencapai gula darah yang terkendali agar memeriksa gula darah beberapa kali sehari atau sesuai petunjuk dokter.

Sementara Wakil Direktur Administrasi Umum dan Keuangan RS Imelda Dr Imelda Liana Ritonga S.Kp, M.Pd, Mn mengatakan, pihaknya memberikan edukasi dan sosialisasi tentang DM ini kepada masyarakat sekitar rumah sakit, keluarga pegawai dan pasien DM.

“Tujuannya agar masyarakat sehat dan tau bagaimana membuat kadar gula darah stabil atau terkontrol,” jelasnya.

Selain melakukan edukasi, juga dilaksanakan senam yang diikuti puluhan peserta, dengan harapan membantu kerja insulin yang berungsi supaya gula masuk dalam tubuh agar tidak terjaddi penumpukan gula dalam darah.

Sedangkan pasien DM yang datang di rumah sakit, sebut Imelda, rata rata per minggunya ada 200 sampai 300 orang dengan berbagai komplikasi seperti hyprtensi, ginal, katarak, gangren atau luka di kaki dan lainnya. “Pelayanan kita sudah lengkap juga dokternya,” ujar Imelda.

Namun, sambungnya, banyak pasien datang sudah dalam keadaan buruk seperti sakit ginjal, infeksi berat seperti paru paru berat atau TBC. “Tapi, penyebabnya karena DM, terkadang pasiennya tidak sadar dan dirawat di ICU,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya konsern bagaimana masyarakat punya pengetahuan yang cukup tentang pentingnya kesehatan. Sehingga bisa mencegah DM paling tidak, tidak datang ke rumah sakit dalam keadaan fatal. “Kita juga akan bekerjasama dengan pelayanan primer di Puskesmas dan klinik karena kita punya tim promosi kesehatan rumah sakit, untuk memberikan penyuluhan,” pungkas Imelda. (van)

Loading...