Soal dugaan korupsi pembanguna RS Pratama, ini kata Kadis Kesehatan

102

Lase – Nias Utara | Penggunaan material pembangunan Rumah Sakit Pratama Nias Utara yang diduga menggunakan batu pecah manual dan bercampur lumpur dibantah Kepala Dinas Kesehatan Ya’adil Telaumbanua.

“Itu tidak benar, material batu pecah yang kita gunakan merupakan batu pecah hasil olahan mesin craser yang diambil di KM 7, Kecamatan Idanoi Kota Gunungsitoli, bukan dari Nalua,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Nias Utara Ya’adil Telaumbanua,” Kamis (5/10/2017).

Menurut Ya’adil, kritik maupun komentar sejumlah warga terkait dugaan penggunaan material yang berasal dari Nalua sah-sah saja namun menurutnya itu semua tidak benar. “Kalau ada batu yang bercampur lumpur itu karena sempat digudangkan oleh rekanan dan saat digunakan telah dicuci beberapa kali,” ucapnya.

Selain itu, Kepala Dinas Kesehatan menuturkan bahwa setelah mendapatkan informasi penggunaan material yang diduga tidak sesuai spesifikasi, dirinya bersama pengawas dan direksi langsung melakukan monitoring dilokasi pembangunan Rumah Sakit Pratama namun tidak menemukan material yang diinformasikan tersebut.

Sedangkan anggaran bekisting yang dikabarkan hingga miliaran rupiah dan digunan hanya sekali pakai dibantah tegas oleh Ya’adil. “Itu tidak mungkinlah sampai miliaran rupiah itu tidak masuk akal namun sampai hari ini saya juga belum melihat secara mendetail RAB pembangunan Rumah Sakit Pratama tersebut,” ungkapnya.

Sementara terkait rekanan telah mengambil uang muka sebesar 30% dari pagu dana sebesar Rp 25 miliar, Ya’adil membenarkan hal tersebut. “Memang benar rekanan sudah mengambil uang muka dan bila dikatakan bobot pekerjaan tidak mencapai 30% itu tidaklah benar bisa dibuktikan dengan langsung melihat perkembangan pekerjaan hingga saat ini,” tandasnya.

Loading...