7 Tahun Nasib SMPN 4 Tanjung Harapan Belum Dapat Perhatian Pemerintah

194
jalan
Satu-satunya akses jalan dari dan menuju SMPN 4 Tanjung Harapan, yang kondisinya memang rusak parah.(metro24.co/bima)

M24.CO|BATU BARA

Banyak kalangan terutama para orangtua siswa pastinya berharap kwalitas pendidikan anak mereka bisa semakin meningkat. Untuk bisa meningkatkan mutu pendidikan tentunya tak cuma peran guru yang berjibaku agar membuat peserta didik dapat menguasai segala pelajaran formal yang diterimanya.

Tersedianya sarana prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah, terutama akses jalan menuju ke sekolah diyakini juga perlu mendapat perhatian serius. Pemerintah daerah setempat seyogianya wajib berpartisipasi penuh guna memfasilitasi apa yang menjadi kendala bagi perkembangan kemajuan sekolah sebagai tempat utama siswa belajar di dunia pendidikan.

Oleh karenanya metro24.co menganggap perlu berinisiatif untuk mengangkat persoalan ketika melihat langsung kondisi baik letak maupun kondisi SMP Negeri 4 yang berada di Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara, yang saat ini kondisinya begitu cukup memprihatinkan.

Selain letaknya yang terbilang cukup jauh kedaerah yang sedikit relatif sepi dan terisolir, demikian jalan dari dan menuju arah ke sekolah memang sudah cukup lama terlihat rusak parah seperti jalan hendak menuju ke persawahan atau ladang sawit warga.

Hal itu bisa dibuktikan ketika kru media ini memantau langsung kelapangan, apalagi sesaat setelah turun hujan yang walau tak begitu lebat. Akses jalannya pun seketika akan langsung berubah menjadi sangat becek, bahkan cendrung berubah bagai kubangan kerbau. Tak jarang hampir seluruh siswa, harus membuka sepatunya, dikala melintasi jalan tersebut.

Dan terkait kebenaran akan ini, dibenarkan beberapa siswa yang masih bersekolah dan dipaksa harus menikmati jalanan yang umpama jalan pematang menuju persawahan. Tiara Simangunsong siswa kelas IX(9) siswa perempuan yang tinggal di Kampung Parsoburan dan Roberto Pardosi Kelas IX (9) siswa yang berdomisili di Dusun Pulo Harapan misalnya.

Mereka berdua terpaksa harus menjalani rutinitas berjalan melintasi kolam lumpur jika usai hujan turun dan jalan penuh debu bila panas terik, sejak duduk di kelas 7 (1 SMP). Kepada M24 mereka pun mengaku harus menerima keadaan itu semua, demi untuk mencicipi jenjang pendidikan tingkat sekolah menengah pertama.

Selanjutnya atas kondisi jalan yang begitu memprihatinkan, juga diaminkan oleh Zulhasmi Zen Spd selaku Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 4 Tanjung Harapan itu. Sewaktu ditanya metro24.co, Zulhasmi mengungkap bahwa murid yang terdaftar mengikuti proses belajar mengajar di Sekolah tersebut, kini hanya baru berjumlah 169 siswa saja.

Memang sejatinya sejak awal berdiri SMPN 4 ini pada tahun 2009, jumlah siswa yang terdaftar pun cuma baru sebanyak 45 orang. “Tapi kalau digrafikkan, laju pertumbuhan murid yang ikut proses belajar dan mengajar kan, begitu cukup lamban. Sepertinya warga di 5 desa dan mungkin ada sekitar puluhan dusun, lebih memilih menyekolahkan anaknya ditempat lain”, ujarnya memperkirakan.

“Padahal secara kapasitas, kemampuan ruangan kelas sendiri bisa menampung sekurangnya 192 siswa, kami pernah survei dan menanya orang tua langsung. Bahwa mereka ara orang tua, enggan menyekolahkan anaknya di SMP kami. Hanya gara-gara akses jalan menuju sekolah ini begitu rusak parah,” bilangnya.

“Mungkin sebagai tambahan informasi, saat ini baik ruangan Guru maupun Ruang Tata Usaha sendiri sama sekali belum ada. Yang kami pakai masih ruangan kelas yang ada, jadi dimohon kepada Pemerintah kiranya dapat memperhatikan kondisi kami”, pinta Kepsek.

Sedangkan menurut keterangan R boru Sinaga (54) salah seorang warga di Desa Tanjung Harapan, kondisi jalan seperti itu, sudah dibiarkan selama bertahun-tahun sebelum sekolah itu berdiri.

“Kan kasihan anak-anak sekolah itu, untuk apa disitu dibangun. Kalau pemerintah setempat tak mendukung fasilitasnya, makanya jalan itu wajib dibololah (diperbaiki) sama pemerintah. Kalau enggak.., tutup atau pindahkan saja ketempat lain,”pungkasnya dengan nada geram. (Bima)

Loading...