Analisis Harga BBM Batal Turun 1 Oktober 2016

372
BBM
Seorang pegawai SPBU sedang melalayani pembeli di sebuat SPBU (metro24.co/winsyah)

M24.CO| MEDAN

Terhitung tanggal per 1 Oktober 2016 pukul 00.00 WIB, Harga Bahan Bakar Minyak (BBM), tidak ada perubahan jika dibandingkan dengan penyesuaian harga BBM sebelumnya yang dilakukan pada April 2016. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan membatalkan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium. Sebelumnya, harga BBM berkadar research octane number (RON) 88 tersebut direncanakan turun‎ Rp300 per liter.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Komunikasi, Layanan, Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Parlaungan Simatupang mengatakan, pemerintah telah melakukan koordinasi lintas sektor terkait evaluasi harga BBM tiga bulanan. Untuk menentukan harga BBM periode 1 Oktober 2016, pemerintah mempertimbangkan aspek kemampuan keuangan negara dan situasi perekonomian, kemampuan daya beli masyarakat, serta ekonomi riil dan sosial masyarakat.

“Dengan mempertimbangkan‎ aspek tersebut, pemerintah menetapkan tidak ada perubahan harga jual jenis BBM tertentu dan jenis BBM khusus penugasan,” katanya seperti dikutip dalam laman resmi esdm.go.id.

Dengan demikian, harga jual jenis BBM tertentu dan jenis BBM khusus penugasan terhitung mulai 1 Oktober 2016 pukul 00.00 WIB adalah sebagai berikut:
1. Minyak tanah Rp2.500 per liter
2. Solar bersubsidi Rp5.150 per liter
3. Premium Rp6.450 per liter.

Menurut Pengamat Ekonomi Sumut, Gumawan Benyamin mengatakan pentapan harga BBM dilakukan berdasarkan hasil koordinasi lintas sektor, serta mempertimbangkan berbagai aspek Harga tersebut diterapkan berdasarkan kemampuan keuangan negara atau situasi perekonomian, kemampuan daya beli masyarakat, serta ekonomi riil dan sosial masyarakat, Pemerintah menetapkan tidak ada perubahan Harga Jual Jenis BBM Tertentu dan Jenis BBM Khusus Penugasan.

“Sejauh ini pemerintah mengklaim bahwa telah memberikan subsidi sebesar Rp.1000 per liter untuk setiap 1 liter solar yang disubsidi. Kebijakan menaikkan harga BBM tentunya memang akan menimbulkan resistensi di masyarakat kita. Ya meskipun kebijakan ini disisi lain dibutuhkan untuk mengurangi beban anggaran. Walaupun belum ada keterbukaan perhitungan harga BBM, saya menilai kebijakan penyesuaian (naik) harga BBM ini lebih disebabkan karena harga minyak mentah dunia yang mengalami kenaikan. Jika dibandingkan saat penurunan harga BBM terkahir, maka kondisi saat ini harga minyak mentah sudah berada dikisaran 40 hingga $50 per barel,” kata Gumawan kepada M24.co hari ini.

Dia menjelaskan apabila sebelumnya harga minyak mentah itu berada dikisaran 30 hingga $35 per barel. Bahlan sempat di bawah $30 per barel. Jadi memang ada tekanan dari sisi harga minyaknya. Walau demikian, kenaikan harga minyak mentah tersebut pada dasarnya masih ditopang oleh kinerja mata uang rupiah yang stabil dikisaran 13.000 an per US Dolar.

Nah, Jika harga solar dinaikkan memang akan berpengaruh terhadap tambahan biaya bagi sejumlah perusahaan jasa transportasi termasuk industri. Kenaikan harga solar tersebut berpeluang menciptakan laju tekanan inflasi oada sejumlah harga kebutuhan masyarakat. Besarannya sangat tergantung dari besaran kenaikan harga solar itu sendiri.

Artinya memang tidak perlu dikuatirkan terlalu besar bagi perekonomian nasional khususnya Sumut. Harga solar naik diyakini tidak akan memberikan tekanan besar bagi perekonomian. Saya melihat jika pemeirntah ingin menutup subsidi, maka ada potensi kenaikan 1000 per liter untuk harga solar. Walau demikian saya memperkirakan kenaikannya tidak akan sebesar itu.

Harga minyak mentah dunia berpeluang untuk tidak naik di atas $50 per barel hingga akhir tahun. Rupiah juga terpantau cukup kuat. Disisi lain konsumsi BBM menurun seiring dengan perlambatan laju pertumbuhan ekonomi. Jadi kebijakan menaikkan harga BBM sekalipun tetap berpeluang menambah beban masyarakat, akan tetapi saya mekihat kebijakan seperti ini tidak akan mengganggu stabilitas ekonomi makro.

Padahal, Seperti diberitakan sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja mengatakan, harga BBM jenis premium mulai 1 Oktober 2016 akan turun dari Rp6.450 per liter menjadi Rp6.150 per liter. Sedangkan untuk harga BBM jenis solar, akan mengalami kenaikan Rp600 per liter dari sebelumnya Rp5.150 per liter menjadi Rp5.750 per liter.

“Data dan analisis sesuai formula per tiga bulan menunjukkan Premium turun Rp300 per liter dan Solar naik Rp600 per liter,” katanya. (winsah) 

Loading...