Kenapa Walikota Binjai Bilang Berantas Narkoba itu Sulit, Ini Penjelasannya……

202

walikotaM24.CO|BINJAI
Sejak dua tahun lalu Pemko Binjai bersama Forkopimda telah melancarkan pemberantasan narkoba melalui program Jihad melawan narkoba.
Namun, jihad tersebut seakan tak membekas. Pasalnya, peredaran narkoba masih saja berjalan. Bahkan yang terbaru di Kota Rambutan itu, Kanit Shabara Polsek Binjai Kota, AKP Misdi ditangkap karena menyimpan barang haram tersebut.

Kini, BNNK Binjai membentuk perhimpunan baru guna memberantas narkoba. Ya, perhimpunan tersebut adalah Forum Masyarakat Anti Narkoba (F-MAN). Di dalam FMAN ini terdiri dari para tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Dengan terbentuknya F-MAN ini, diharapkan para tokoh agama dan tokoh masyarakat yang tergabung didalamnya bisa membangun kepercayaan masyarakat untuk bersama-sama memberantas narkoba.

“Memberantas habis mungkin sulit, tapi setidaknya kita bisa menguranginya,” kata Walikota HM Idaham pada acara pembekalan F-MAN dalam rangka pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, Rabu (19/10), di Pendopo Umar Baki, Jalan Veteran.
Untuk tahap awal, menurut Idaham, F-MAN perlu mengumpulkan database para pengguna dan pengedar narkoba . Selanjutnya menentukan jenis tindakan yang akan dilakukan, berupa pembinaan atau tindakan hukum.

Sementara itu, Kapolres Binjai AKBP Mohamad Rendra Salipu mempersilahkan F-MAN berkoordinasi dengan aparat kepolisian.Bahkan jika mengetahui ada polisi terlibat narkoba, dapat langsung melaporkan kepada Kapolres. “Kalau ada anggota terlibat akan dipecat, ini komitmen kami, “ kata Kapolres.

Kepala BNN Kota Binjai AKBP Safwan Khayat mengatakan F-MAN terbentuk karena banyaknya elemen masyarakat seperti tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan pengajar yang peduli pemberantasan narkoba.”Dengan bergabungnya seluruh elemen, diharapkan pemberantasan narkoba menjadi lebih mudah dibandingkan jika harus dilaksanakan sendiri-sendiri,” sebutnya. (hamdani)

Loading...