MADINA|Tahan Polres Madina di beri pembinaan keagamaan salah satunya belajar mengahapal Al-Qur’an, yang di laksanakan di Aula DPO Polres Madina, Senin (23/1).

Acara pembinaan Narapidana turut di hadiri Kapolres Madina, Wakil Kapolres Madina, Kasat Resrim Polres Madina, Alim Ulama Polres Madina, Wali Narapidana, dan Personil Polres Madina.

Kapolres Madina AKBP Rudi Rifani S.Ik dalam hal ini menyampaikan kita dari pihak Polres Madina membuat program untuk mendekatkan diri kepada agama bagi Narapidana. Karena seorang tahan itu tidak semerta merta di hukum tapi harus di beri pendekatan agama.

Dia menegaskan program pembinaan terhadap narapidana ini akan dilakukan setiap minggunya dan kita berharap kepada narapidana mampu menghapal al-Quran selama di tahanan, dan bagi narapidana yang mampu menghafal Al-Quran (surat Yasin) berikan uang pembinaan kepada narapidana.

“Tujuan program ini guna untuk bagaimana perilaku yang patut di contoh dan mana perilaku yang dilarang, kita juga mendorong narapidana juga melaksanakan sholat 5 waktu di dalam penjara,” katanya.

Data yang di peroleh Dari 19 narapidana baru 2 Narapidana yang sudah mampu menghapal Al-Qur’an (Surat Yasin) atas nama Riski Wanda Simbolon Als Riski warga desa Widodaren Kecamatan Sinunukan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dalam perkara Penggelapan atau turut serta melakukan perbuatan Pidana, mampu menghapal surat yasin selama 15 hari selama ditahanan sebanyak 25 Ayat.

Dan Idris Alimuddin Rangkuty warga Pidoli Lombang Kec Panyabungan Kab. Madina, dalam perkara perbuatan cabul terhadap anak, mampu menghapal seluruh ayat yasin selama 15 hari.(putra)

Loading...