Lapor Pak Walikota, Oknum Pejabat Sidimpuan Provokasi Demo di SMK 3


demoM24.CO l SIDIMPUAN

Siswa di Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Kota Padangsidimpuan (Psp) yang melakukan aksi unjuk rasa beberapa hari lalu menuntut agar kepala sekolah dicopot dari jabatannya diduga ada yang menunggangi oleh oknum oknum pejabat di kota Padangsidimpuan.

Siswa yang semestinya belajar disekolah untuk menimba ilmu tapi sebagian oknum yang ambisius memprovokasi agar terjadi keributan sehingga yang merugi adalah siswa sendiri dan juga pihak sekolah.

Apa akar masalah sehingga siswa-siswi tersebut melakukan aksi demo, beberapa wartawan dari berbagai media cetak, Rabu (9/11) konfirmasi kepada kepala sekolah Dra Darwisah di SMKN 3 Jalan BM Muda Kelurahan Silandit Kecamatan Psp Selatan.

Kasek Dra Darwisah didampingi Wakasek Bidang Kurikulum Tagor Mulia Rangkuti, Wakasek Bidang Kesiswaan Basyiral Harahap, Bendahara Amirhan Hulu, Ketua Jurusan Tata Boga Yumma Mayenni dan Wali Kelas XII Jurusan Tata Boga kepada metro24.co, kemarin (09/11/2016) mengatakan, bahwa awalnya mereka heran kenapa pada hari itu (Rabu 19/10, red) murid kelas XII jurusan Tata Boga sebanyak 25 orang tidak masuk kelas untuk belajar.

Namun tiba-tiba sekira pukul 10.00 Wib securiti sekolah melaporkan ada banyak orang diluar pagar sekolah bersama dengan polisi dan Satpol PP serta wartawan dan LSM bahkan juga pengawas sekolah Disdik Kota Psp mengerumuni siswa yang melakukan aksi unjuk rasa, sebahagian memakai seragam sekolah SMKN 3.

Kasek menerima laporan sekuriti langsung menyururuh agar siswa yang demo diajak masuk kehalaman tapi bagi siswa yang pakai seragam, yang tidak seragam jangan masuk, paparnya.

Dari tulisan pada poster di kertas manila tutur Darwisah, siswa menuding pihak sekolah telah mempersulit mereka untuk melakukan praktek tata boga dengan mengatakan pemakaian alat-alat dan bahan praktek harus dibayar atau di bon. “Itu semua yang dituding siswa bohong dan tidak betul karena pemakaian alat-alat praktek bebas namun mempunyai prosedur,” ungkapnya.

Seperti yang dikatakan Ketua Jurusan Tata Boga Yumma Mayenni bahwa pemakaian alat-alat praktek tata boga khususnya barang-barang besar sebelum dipakai siswa harus di order guru dulu yang gunanya agar alat tersebut tetap terjaga dengan baik dan ditanggungjawabi pemakaiannya, makanya ada administrasi laporan pemakainnya dan itu gratis, bebernya.

Terkait kedatangan Kabid Dikmen Disdik Provsu Dra Hamidah Pasaribu beberapa waktu lalu terang Darwisah, hanya untuk meninjau dan mempertanyakan masalahnya saja. “Karena kebetulan beliau lagi kunjungan resmi ke Kabupaten Tapanuli Tengan dan Kota Sibolga. Mendengar ada aksi siswa di SMKN 3 Psp beliau sempatkan untuk singgah,” urainya.(sabar)

Loading...
author
Manusia biasa, Murah Senyum dan Ramah. Tapi, Benci Lihat Ketidak Adilan.