Lewat Tangan Dingin Hj Rita Batik Medan Semakin Dikenal Publik

Rita 2

Rita 2

M24.CO|JAKARTA
Selama ini batik Medan mungkin belum dikenal banyak orang dibandingkan dengan batik yang diproduksi para pengerajin batik dari Pulau Jawa. Namun lewat kerja keras dan tangan dingin Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Medan, Hj Rita Maharani Dzulmi Eldin, perlahan tapi pasti batik Medan mulai dilirik publik. Bukan hanya di Kota Medan, tapi juga di Jakarta bahkan hingga Malaysia.

Hal ini terlihat saat digelarnya seminar nasional bertajuk “Indonesia Naik Kelas” yang digelar salah satu koran nasional di Jakarta baru-baru ini. Batik Medan kembali diperkenalkan langsung oleh Rita Maharani di hadapan para peserta seminar. Batik Medan mendapat apresiasi dari para peserta.

Seminar ini dihadiri undangan penting seperti Wali Kota Makassar, Ramdhan Pomanto, Bupati Kudus, Musthofa dan Bupati Kendal, Mirna Annisa. Lalu Direktur PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Zulhelfi Abidin, Direktur Utama PT Pos, Gilarsi Wahju Setijono, Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Muhammad Arif Wibowo, Director Strategy and Business Development PGN, M Wahid Sutopo, dan Strategic Innovation & Performance Management Division Head Bank BTN R, Mahelan Prabantarikso, Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Eni V Penggabean, serta Chief Human Resources Officer Indosat, Ooredoo Ripy Mangkoesoebroto.

Hj Rita Maharani yang juga istri Wali Kota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin MSi ini menuturkan, batik Medan tak kalah kualitasnya dengan batik-batik lainnya di Indonesia. Dari paparan yang disampaikan, peserta seminar antusias mendengar penjelasan Rita Maharani dan melihat langsung batik Medan yang dibawanya.

Sejak diperkenalkan Rita medio Mei 2016 lalu, perlahanlahan batik Medan memang mulai dikenal di tengah masyarakat. Animo masyarakat untuk memilikinya pun terus meningkat, permintaan terhadap batik medan pun kian bertambah. Hal ini tidak terlepas dari motifnya yang sangat menarik. Ada motif becak Medan, motif Istana Maimun, atau motif rumah Tjong A Fie. Selain itu motif batik lainnya, yakni jenis bunga maupun tanaman khas yang ada di Kota Medan.

“Kami akan terus mengenalkan batik Medan sehingga semua mengetahui. Dengan demikian orang akan tahu Kota Medan memiliki batik khas yang berbeda dengan batik- batik lainnya. Di samping itu, kami juga ingin mengangkat derajat kehidupan para perajin batik di Medan, khususnya batik Medan. Apabila batik Medan semakin diminati, tentunya penghasilan para perajin batik akan bertambah lagi,” kata Rita Maharani.

Ada yang menarik yang dilakukan Rita untuk memperkenalkan batik Medan. Selain lewat pameran hingga ke Serawak, Malaysia, belum lama ini Rita juga membuat terobosan memperkenalkan batik Medan dengan menggunakan “jasa” para camat di Kota Medan. para Pamong itu “disulapnya” tak ubahnya seperti model mengenakan baju batik Medan dan mengenalkannya kepada masyarakat dalam suatu acara di Kota Medan belum lama ini.

“September lalu kami berpartisipasi dalam “Gebyar Kerajinan Daerah Sumatera Utara 2016”. Nah ada empat camat yang saya minta menjadi model memakai batik Medan, yakni Camat Medan Tuntungan, Gelora Kurnia Putra Ginting, Camat Medan Amplas, Zul F Ahmady, Camat Medan Tembung, M Indra Mulia Nasution, dan Camat Medan Maimun, M Yasir. Alhamdulillah, penampilan mereka bersama istri masing-masing dengan mengenakan busana batik Medan mendapat apresiasi dari masyarakat,” tuturnya.

Ke depan, kata Hj Rita, batik Medan masih harus melakukan promosi, tapi juga perlu pengembangan dan dukungan semua pihak. Salah satu dukungan yang segera terwujud, yakni pada 2017, salah satu seragam pegawainegeri sipil(PNS) Pemko Medan adalah batik Medan. Dengan pola dukungan yang masif seperti ini maka pemahaman publik tentang batik medan semakin baik. (red)

Loading...